Serang — Hujan deras yang mengguyur sejak pagi pada Sabtu (9/8/2025) berujung pada banjir di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang. Genangan air muncul di sejumlah ruas jalan utama kawasan itu dan langsung mengganggu pergerakan kendaraan, mobilitas pekerja, hingga aktivitas operasional pabrik yang berada di dalam kawasan industri.
Jalan tergenang, aktivitas tersendat
Air yang naik pada siang hari membuat arus lalu lintas di sekitar kawasan industri melambat. Sejumlah kendaraan roda empat dilaporkan ikut terendam, menambah sulit situasi di lapangan. Kondisi ini tidak hanya memutus kelancaran akses masuk dan keluar kawasan, tetapi juga memengaruhi distribusi barang yang seharusnya berlangsung normal dari dan menuju area industri.
Firman, salah seorang warga, menyebut genangan belum juga surut hingga menjelang malam. Situasi tersebut menunjukkan banjir bertahan cukup lama dan belum ada tanda-tanda pemulihan cepat pada hari yang sama. Di kawasan yang bergantung pada kelancaran jalur logistik, kondisi seperti ini dapat langsung berdampak pada ritme kerja perusahaan dan para pekerja.
Belum ada keterangan resmi
Hingga laporan ini disusun, belum ada pengumuman resmi dari pihak pengelola kawasan maupun pemerintah setempat mengenai langkah penanganan lanjutan. Ketiadaan keterangan itu membuat publik masih menunggu sejauh mana upaya yang akan ditempuh untuk mengurai genangan dan membuka kembali akses yang terhambat.
Warga dan pekerja berharap air segera surut agar aktivitas di Kawasan Industri Modern Cikande bisa kembali berjalan. Di tengah jalan yang terputus dan pergerakan kendaraan yang seret, banjir kali ini kembali menunjukkan betapa rentannya kawasan industri terhadap gangguan cuaca ekstrem yang datang mendadak.
Source link
