15.5 C
Munich

Penyakit Kawasaki Pada Anak: Penyebab dan Gejalanya

Harus dibaca

Penyakit Kawasaki pada Anak: Demam yang Tak Boleh Dianggap Remeh

Penyakit Kawasaki kerap luput dari perhatian karena gejalanya mudah disangka sebagai infeksi biasa. Padahal, kondisi ini tergolong serius, terutama pada anak usia di bawah lima tahun. Meski namanya belum akrab di telinga banyak orang, penyakit ini bukan penyakit menular. Pertama kali diidentifikasi di Jepang pada 1960-an oleh Prof. Tomisaku Kawasaki, penyebab pastinya hingga kini masih belum diketahui.

Gejala Awal Sering Menyerupai Infeksi Biasa

Di tahap awal, penyakit Kawasaki dapat menimbulkan tanda-tanda yang mirip dengan demam berdarah atau campak. Anak bisa mengalami demam tinggi yang tidak stabil, lalu disusul keluhan lain yang berkembang bertahap. Dalam beberapa kasus, gejala berikutnya mencakup muntah, sakit kepala, hingga pembengkakan sendi. Karena tampilannya menyerupai penyakit lain, diagnosis kerap membutuhkan ketelitian dari tenaga medis.

Risiko Komplikasi Jantung Menjadi Perhatian Utama

Yang membuat penyakit ini berbahaya adalah kemungkinan komplikasinya. Jika tidak ditangani cepat, Kawasaki dapat memicu kerusakan pada pembuluh darah dan berdampak permanen pada jantung. Karena itu, penanganan dini menjadi kunci. Dalam informasi yang beredar, pengobatan utama biasanya melibatkan pemberian Immune Globulin Injection jenis Gamunex untuk membantu meredakan peradangan pada pembuluh darah.

Tanda yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Orang tua diminta lebih peka ketika anak mengalami demam lebih dari lima hari, terutama bila disertai mata merah, lidah membengkak, benjolan di leher, atau kulit mengelupas. Kondisi semacam ini sebaiknya tidak ditunggu membaik sendiri. Pemeriksaan ke fasilitas kesehatan perlu segera dilakukan agar penanganan bisa diberikan sebelum komplikasi berkembang lebih jauh.

Dengan mengenali gejala sejak awal, peluang pemulihan anak menjadi lebih besar. Penyakit Kawasaki umumnya dapat membaik dalam 6-8 minggu bila ditangani tepat waktu, namun kewaspadaan tetap penting karena dampaknya tidak berhenti pada demam semata. Pada penyakit ini, waktu sering menjadi faktor penentu.

Copyright © ANTARA 2025

Source link

Berita Terbaru