13.4 C
Munich

Penyebab Mata Bintitan: Faktor-faktor yang Perlu Anda Ketahui

Harus dibaca

Penyebab mata bintitan kerap dianggap sepele, padahal kondisi ini bisa cukup mengganggu aktivitas harian. Benjolan kecil di tepi kelopak mata yang dikenal sebagai hordeolum itu memang umumnya tidak berbahaya, tetapi rasa nyeri, kemerahan, dan tampilan mata yang tampak meradang sering membuat penderitanya tidak nyaman. Dalam banyak kasus, bintitan muncul karena infeksi bakteri Staphylococcus aureus yang menyerang kelenjar minyak di kelopak mata dan memicu penyumbatan.

Infeksi dan sumbatan kelenjar minyak

Secara medis, bintitan terbentuk ketika kelenjar minyak pada kelopak mata mengalami infeksi lalu meradang. Proses ini memunculkan benjolan mirip jerawat atau bisul kecil. Kondisi tersebut bisa terjadi di bagian dalam maupun luar kelopak mata. Karena letaknya di area sensitif, bintitan sering terasa nyeri saat disentuh, berbeda dengan kalazion yang umumnya tidak menimbulkan rasa sakit.

Jenis bintitan dibedakan menjadi dua, yakni hordeolum internal dan hordeolum eksternal, tergantung lokasi terjadinya infeksi. Meski tampak ringan, peradangan yang terjadi dapat cukup jelas terlihat dan membuat mata terasa tidak nyaman.

Siapa yang lebih berisiko terkena bintitan

Sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami bintitan. Kebiasaan menyentuh mata dengan tangan kotor, penggunaan kosmetik yang tidak bersih, serta lensa kontak yang tidak steril menjadi pemicu yang kerap disebut. Selain itu, blefaritis kronis dan penyakit kulit rosacea juga dapat memperbesar kemungkinan munculnya bintitan.

Usia turut memengaruhi. Bintitan disebut lebih sering dialami orang dewasa dibanding anak-anak. Meski begitu, kondisi ini bukan penyakit menular. Yang dapat berpindah hanyalah bakteri penyebabnya melalui kontak langsung, sehingga kebersihan tangan dan perlengkapan pribadi tetap menjadi hal penting untuk diperhatikan.

Keluhan yang mirip, tapi tidak sama

Dalam praktiknya, bintitan kerap disamakan dengan gangguan lain pada kelopak mata. Padahal, ciri nyeri menjadi pembeda utama. Pada kalazion, benjolan memang bisa muncul di kelopak mata, tetapi biasanya tidak disertai rasa sakit seperti pada bintitan. Karena itu, memahami gejalanya penting agar tidak keliru menilai kondisi mata sendiri.

Selain mengenali penyebabnya, masyarakat juga kerap mencari cara alami untuk meredakan mata bintitan. Namun sebelum itu, menjaga kebersihan area mata dan menghindari kebiasaan yang memicu infeksi menjadi langkah paling mendasar untuk mencegah benjolan kecil ini muncul kembali. Source link

Berita Terbaru