17.2 C
Munich

Sejarah Masjid Agung Al-Ikhlas Ciledug: Ikon Dakwah Tangerang

Harus dibaca

Masjid Agung Al-Ikhlas Ciledug bukan sekadar rumah ibadah di jantung Kota Tangerang. Bangunan ini berdiri sebagai penanda perjalanan panjang dakwah, gotong royong warga, dan perubahan kawasan Ciledug Raya dari pusat niaga menjadi simpul aktivitas keagamaan yang hidup hingga kini.

Berawal dari Dorongan Warga dan Pedagang

Masjid Agung Al-Ikhlas didirikan pada 1977 atas inisiatif masyarakat, terutama para pedagang di Pasar Jumat yang pada 1970-1990-an menjadi denyut ekonomi kawasan Ciledug Raya. Pembangunan masjid ini sepenuhnya bersumber dari sumbangan warga dan wakaf, sebelum akhirnya diresmikan oleh Bupati Tangerang Amir Mahmud setelah beberapa tahun proses berjalan.

Sejak awal, masjid ini memang dirancang bukan hanya sebagai tempat salat berjamaah. Kehadirannya menjadi jawaban atas kebutuhan ruang ibadah sekaligus ruang berkumpul masyarakat yang kala itu tumbuh seiring padatnya aktivitas perdagangan di wilayah timur Kota Tangerang.

Renovasi Besar dan Wajah Baru Masjid

Memasuki 2002, Masjid Agung Al-Ikhlas menjalani renovasi besar-besaran. Perubahan itu menghadirkan tiga lantai bangunan, kubah megah, menara, serta ornamen kaligrafi yang memperkuat kesan religius sekaligus monumental. Gaya arsitekturnya memadukan nuansa klasik Indonesia dengan sentuhan modern bergaya Timur Tengah.

Dengan kapasitas lebih dari 2.500 jamaah, masjid ini kini mampu menampung kegiatan ibadah dalam skala besar, terutama pada momentum keagamaan yang melibatkan warga dari berbagai lingkungan sekitar. Salah satu ciri khas yang mudah dikenali adalah menara tunggal berlantai lima, yang dimaknai melambangkan lima rukun Islam.

Pusat Dakwah, Pendidikan, dan Persinggahan Warga

Fungsi Masjid Agung Al-Ikhlas berkembang melampaui perannya sebagai tempat ibadah. Beragam kegiatan dakwah dan pendidikan Islam digelar rutin, mulai dari madrasah diniyah hingga pengajian mingguan. Aktivitas itu menjadikan masjid sebagai ruang pembinaan umat yang terus berdenyut di tengah kawasan perkotaan yang padat.

Masjid yang berlokasi di Jalan Raden Saleh, Perempatan Underpass Ciledug Raya, Karang Tengah, Kota Tangerang, juga kerap menjadi tempat singgah pengguna jalan. Aksesnya yang mudah membuat masjid ini akrab bagi warga maupun pelintas. Di tengah perubahan kota, Masjid Agung Al-Ikhlas tetap menyimpan nilai historis sebagai saksi perjalanan Islam di Tangerang sekaligus simbol kebersamaan masyarakat Ciledug.

Source link

Berita Terbaru