Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, akhirnya memberikan tanggapan terkait kasus keracunan massal yang terjadi akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyebut insiden ini sebagai kejadian luar biasa yang menjadi pelajaran penting untuk mengevaluasi dan meningkatkan standar keamanan pangan dalam program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Taruna menjelaskan bahwa BPOM bertanggung jawab atas pencegahan dan mitigasi terkait program MBG, mulai dari pengawasan dapur hingga proses distribusi. Unit Pelaksana Teknis BPOM di daerah sudah melakukan investigasi bersama Badan Gizi untuk mencari akar permasalahan insiden keracunan tersebut. Meskipun demikian, laporan hasil penyelidikan dari tim di daerah belum sampai ke tingkat pusat. Meski ada desakan untuk menghentikan sementara program MBG, Taruna menegaskan bahwa BPOM akan terus mendukung program tersebut sebagai lembaga pembantu presiden. Menunjukkan komitmen untuk memperbaiki program, bukan menghentikannya, demi kesejahteraan masyarakat.
