Keseriusan pemerintah dalam menjaga aset strategis nasional terlihat jelas melalui pengerahan ribuan prajurit TNI dari Angkatan Darat, Laut, dan Udara dalam Latihan Terpadu 2025 yang berlangsung di Bangka Belitung pada 19 November 2025. Tidak hanya terkonsentrasi di satu lokasi, latihan skala besar juga dilakukan serempak di wilayah Morowali, menandakan adanya kewaspadaan penuh terhadap aktivitas pertambangan liar di kawasan-kawasan utama sumber daya mineral Indonesia.
Langkah ini sesuai instruksi tegas Presiden Prabowo, yang beberapa waktu lalu menyoroti masalah masifnya pertambangan timah ilegal di Bangka Belitung. Presiden menyampaikan bahwa sekitar seribu titik tambang tanpa izin masih beroperasi dan telah menyebabkan kerugian nasional—baik secara ekonomi maupun lingkungan—termasuk kehilangan mayoritas hasil timah dan rusaknya ekosistem sekitar.
Dalam tinjauannya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan bahwa upaya pengerahan alutsista dan personel berskala besar bukan hanya sekadar unjuk kekuatan militer, tapi merupakan manifestasi nyata penegasan kedaulatan dan kontrol negara atas sumber daya alam. Beliau menambahkan bahwa kemampuan menertibkan dan mengamankan aset bangsa adalah bagian penting dari tanggung jawab negara yang berdaulat.
Latihan ini juga digunakan untuk menguji ketangguhan penerapan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sesuai penjelasan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. OMSP dinilai vital untuk melindungi objek vital nasional, terutama dari ancaman penambangan ilegal yang semakin terorganisir. Keamanan sumber daya alam kini dipandang memiliki urgensi yang sama dengan pertahanan fisik wilayah kedaulatan negara.
Menindaklanjuti arahan Presiden, seluruh akses transportasi hasil tambang ilegal di Pulau Bangka dan Belitung serta Morowali diperketat. Presiden Prabowo menekankan bahwa negara harus mengetahui secara detail arus keluar-masuk komoditas di wilayah strategis ini demi mencegah praktik ilegal yang merugikan bangsa.
Sejumlah simulasi dilakukan, mempraktikkan upaya penyelamatan aset negara seperti demonstrasi Serangan Udara Langsung dengan F-16, penerjunan personel Kostrad, hingga simulasi perebutan ponton oleh personel khusus TNI AL dan Koopssus. Peninjauan ke lokasi tambang liar pun dilakukan, memperlihatkan langkah konkret penertiban dan penyitaan peralatan ilegal di lapangan.
Tujuan utama aksi terpadu ini agar TNI tidak hanya terlibat dalam aspek penegakan hukum, namun sebagai benteng utama penyelamatan kekayaan negara. Bangka Belitung dipilih karena wilayahnya yang memiliki potensi strategis sangat besar dan secara geografis serta ekonomis penting untuk kepentingan nasional.
Pemerintah berharap, kehadiran TNI bersama instansi terkait dapat meningkatkan efektivitas penegakan hukum dan menguatkan pengawasan terhadap seluruh lini pengelolaan sumber daya negeri. Aksi kolaboratif ini meneguhkan komitmen bahwa perlindungan lingkungan dan aset nasional adalah tanggung jawab bersama demi terwujudnya kedaulatan utuh bangsa Indonesia.
Sumber: TNI Siap Perang Lawan Mafia Tambang: Latihan Gabungan Besar Di Bangka Belitung Uji Doktrin OMSP
Sumber: TNI Gelar Latihan Gabungan, Kirim Sinyal Perang Ke Mafia Tambang Ilegal

