Pada saat membahas mengenai buang air besar (BAB), seringkali kita tidak mengindahkan posisi tubuh yang digunakan. Padahal, cara kita duduk atau jongkok saat di toilet bisa berdampak pada kesehatan pencernaan secara keseluruhan. Perdebatan mengenai apakah posisi jongkok lebih sehat daripada posisi duduk sering muncul, terutama setelah semakin banyak penelitian yang menyoroti hubungan antara postur tubuh dan kelancaran BAB.
Toilet duduk sering dianggap lebih modern dan nyaman, terutama untuk orang lanjut usia, ibu hamil, atau orang dengan masalah pada lutut. Namun, dari segi kesehatan pencernaan, posisi duduk cenderung kurang optimal karena bisa memperlambat proses BAB dan meningkatkan risiko wasir maupun sembelit. Di sisi lain, toilet jongkok meskipun dianggap kurang nyaman oleh sebagian orang, tapi memiliki kelebihan dari segi kesehatan karena mendukung mekanisme BAB yang lebih lancar.
Umumnya, posisi jongkok dianggap lebih baik untuk kesehatan pencernaan karena tubuh bekerja lebih alami, membuaka jalur keluarnya kotoran, membuat rektum lebih rileks, dan mengurangi kebutuhan untuk mengejan. Namun, penting untuk diingat bahwa kebutuhan setiap individu bisa berbeda. Adapun, bagi mereka yang lebih memilih toilet duduk, bisa memanfaatkan foot stool atau bangku kecil sebagai alternatif agar posisi tubuh mendekati jongkok dan memudahkan proses BAB.

