Olahraga piring terbang atau flying disc membuat sejarah dengan menjadi cabang olahraga demonstrasi di SEA Games ke-33 Thailand 2025. Ini merupakan kali pertama olahraga tersebut resmi dipertandingkan di ajang multi-olahraga terbesar Asia Tenggara. Asal usul flying disc bermula dari permainan kasual mahasiswa di Amerika Serikat dan berkembang menjadi disiplin kompetitif yang diakui secara global. Pada SEA Games ke-33, olahraga piring terbang diikutsertakan sebagai cabang olahraga demonstrasi, dengan lokasi pertandingan di Bangkok dan sekitarnya.
Dari berbagai format flying disc, dua yang paling populer ditetapkan sebagai ajang demonstrasi di SEA Games 2025, yaitu Disc Golf dan Ultimate. Disc Golf adalah olahraga individu yang mirip dengan golf, tetapi menggunakan piring (disc) yang dilemparkan ke dalam keranjang target. Sedangkan Ultimate adalah olahraga tim yang dimainkan 7 lawan 7 di lapangan persegi panjang, di mana poin dicetak dengan menyelesaikan operan di zona akhir lawan tanpa intersepsi.
Meskipun belum masuk ke dalam Olimpiade, olahraga flying disc telah populer di berbagai negara dan diatur oleh The World Flying Disc Federation (WFDF) sejak 1985. Selain Disc Golf dan Ultimate, olahraga ini juga memiliki disiplin lain seperti lempar ketepatan, kompetisi jarak tempuh, dan gaya bebas. Di Indonesia sendiri, flying disc sudah lama dikenal namun perkembangannya masih terbatas karena dominasi komunitas pemain dari siswa sekolah internasional.

