SEA Games ke-33 sedang berlangsung mulai dari 9 hingga 20 Desember dengan Thailand sebagai tuan rumah. Acara olahraga ini merupakan salah satu event terbesar di Asia Tenggara yang diadakan setiap dua tahun sekali. SEA Games ditujukan untuk atlet dari negara-negara yang tergabung dalam ASEAN dan diselenggarakan di bawah naungan Southeast Asian Games Federation (SEAGF) dengan pengawasan dari International Olympic Committee (IOC) dan Olympic Council of Asia (OCA).
Sejarah SEA Games dimulai dari gagasan mengenai Southeast Asian Peninsular Games (SEAP Games) yang pertama kali dicetuskan oleh Laung Sukhumnaipradit, Wakil Presiden Komite Olimpiade Thailand, pada tahun 1957. Tujuannya adalah untuk memperkuat persaudaraan antarnegara di kawasan Asia Tenggara melalui olahraga. Pada 1958, diselenggarakan pertemuan di Bangkok, Thailand, antara beberapa negara seperti Myanmar, Laos, Malaysia, Kamboja, dan Vietnam. Mereka sepakat untuk meluncurkan South East Peninsular Games (SEAP Games) yang diadakan setiap dua tahun sekali.
SEAP Games pertama kali digelar pada 1959 di Bangkok, Thailand, walaupun Kamboja tidak dapat berpartisipasi. Singapura kemudian menjadi pengganti Kamboja dan bergabung sebagai anggota di tahun yang sama. Pada tahun 1977, Indonesia, Brunei Darussalam, dan Filipina resmi menjadi anggota SEAP Games. Federasi SEAP kemudian berubah menjadi Southeast Asian Games Federation (SEAGF) dan nama ajang tersebut pun menjadi SEA Games.
Daya tarik SEA Games terletak pada keleluasaan bagi negara tuan rumah untuk menambahkan cabang olahraga lokal, yang dapat menjadi wadah untuk memperkenalkan warisan budaya dan identitas negara. Contohnya, pada SEA Games 2019 Filipina memperkenalkan lari halang rintang dan Kamboja menampilkan seni bela diri tradisional mereka pada SEA Games 2023. SEA Games 2025 sendiri mempertandingkan 50 cabang olahraga dan diadakan di tiga lokasi di Thailand.

