Pada malam pergantian tahun, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melaporkan bahwa secara umum masyarakat mematuhi larangan penggunaan kembang api. Hal ini disambut baik oleh pihak berwenang karena sebagian besar masyarakat lebih memilih merayakan dengan kegiatan doa bersama sebagai bentuk empati terhadap korban bencana di Pulau Sumatera. Hasil dari telekonferensi juga menunjukkan penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas dan kriminalitas dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Selain itu, Kapolri mengingatkan akan potensi cuaca ekstrem dan berpesan agar seluruh personel terlibat dalam peringatan tahun baru untuk tetap berkolaborasi dengan pihak terkait dalam mengambil langkah-langkah mitigasi jika diperlukan. Hal ini dilakukan dengan melibatkan TNI, Polri, Basarnas, BNPB, dan BMKG untuk menjaga keamanan dan keselamatan selama pergantian tahun.
Pihak berwenang juga telah mempersiapkan segala kegiatan dan pelayanan untuk menyambut pergantian tahun dengan baik, termasuk mengamankan pergeseran masyarakat, kegiatan ibadah, kunjungan wisata, dan kumpulan masyarakat di berbagai wilayah. Semua ini dianggap sebagai bagian penting yang perlu dijaga dan diamankan dengan baik.
Dengan demikian, Kapolri mengharapkan agar acara pergantian tahun ini dapat berjalan lancar dan aman, serta memastikan keterlibatan semua pihak terkait dalam memitigasi potensi risiko yang mungkin terjadi. Oleh karena itu, langkah-langkah persiapan dan koordinasi antarinstansi akan terus ditingkatkan untuk menjaga keamanan dan keselamatan selama perayaan pergantian tahun.

