16.7 C
Munich

Panggung Perayaan Tahun Baru di Jakarta Tanpa Pesta Kembang Api

Harus dibaca

JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memilih menempuh cara berbeda untuk menyambut malam pergantian tahun ini. Tanpa pesta kembang api, ibu kota akan mengandalkan delapan panggung hiburan yang disiapkan di sejumlah titik strategis sebagai penanda datangnya Tahun Baru 2026.

Keputusan itu diambil sebagai bentuk empati terhadap para korban bencana di Sumatra. Dengan pertimbangan tersebut, Jakarta tidak akan menggelar perayaan tahun baru dengan kemeriahan kembang api seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

Delapan Titik Hiburan Disiapkan

Pemprov DKI Jakarta menyiapkan panggung perayaan di delapan lokasi berbeda untuk mengisi malam pergantian tahun. Acara akan berlangsung mulai Rabu malam hingga Kamis dini hari, dengan tema besar “Rangkul Keragaman, Rawat Harapan”.

Perayaan dijadwalkan berlangsung sejak pukul 18.00 WIB hingga 01.00 WIB keesokan harinya. Meski tanpa letusan kembang api, pemerintah daerah berharap warga tetap bisa menikmati suasana tahun baru dengan tertib dan penuh sukacita.

Arus Lalu Lintas Diatur Situasional

Untuk mendukung pelaksanaan acara, sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi panggung akan ditutup secara situasional. Pengaturan ini juga dibarengi dengan pengalihan arus lalu lintas di beberapa kawasan ibu kota.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan rekayasa lalu lintas akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Langkah itu disiapkan agar perayaan tetap berjalan lancar tanpa mengganggu mobilitas warga secara berlebihan.

Lokasi Panggung di Pusat Kota

Delapan panggung hiburan tersebut akan tersebar di Lapangan Banteng, MH Thamrin, Sarinah, Bundaran HI, Dukuh Atas BNI 46, Semanggi, BEI/SCBD, dan FX Sudirman. Titik-titik itu dipilih karena berada di kawasan yang kerap menjadi pusat keramaian saat malam tahun baru.

Dengan format perayaan seperti ini, Jakarta tahun ini menampilkan wajah yang lebih tenang, tetapi tetap meriah. Perayaan pergantian tahun dipusatkan pada ruang-ruang publik, sementara pesta kembang api ditiadakan sebagai penanda bahwa sukacita bisa dirayakan tanpa kehilangan empati.

Source link

Berita Terbaru