Tasban dan Kebodohannya: Cerpen Ali Mukoddas

Jangan Lewatkan

Seorang pemuda mengenakan kostum badut terlihat cemas saat anak kecil yang digendongnya berdarah dan tak bernapas. Kostum badut yang dia kenakan kini terkena darah segar, menunjukkan kecemasan di wajahnya. Sebelumnya, pemuda ini diminta oleh Tabsan untuk bekerja dengan baik. Meski sebelumnya bersantai, pemuda tersebut sadar bahwa bekerja adalah gerakan, bukan diam. Tabsan melihat pemuda ini kurang bersemangat dalam pekerjaannya, yang membuatnya kesal.

Tabsan yang jengkel dengan sikap pemuda tersebut, meminta pemuda untuk bekerja layaknya seorang pekerja. Pemuda berkostum badut itu, meski merasa tidak terbiasa mengenakan kostum badut atau menggendong anak kecil, tidak berani menolak dan memilih mengikuti perintah. Pemuda ini juga merasa kasihan pada anak kecil yang digendong, mengingat anak tersebut terpaksa bekerja karena paksaan dari lelaki bebal di sekitarnya.

Hari pertama bekerja, pemuda tersebut merasa letih karena harus menggendong anak kecil di jalanan yang berdebu dan bising. Pemuda ini juga mengalami kebingungan karena tidak tahu bagaimana seharusnya bertindak sebagai badut penggendong anak. Namun, dia tetap berusaha bertahan dengan berdiri di trotoar dan menerima uang dari orang-orang yang memberikan sumbangan.

Namun, keadaan menjadi kacau ketika seorang lelaki di mobil mencoba mencari uang untuk memberikan kepada pemuda badut ini. Lelaki tersebut mengeluarkan senjata dan tanpa sengaja menembak mobil yang menyebabkan kekacauan di sekitar trotoar. Tabsan yang melihat kejadian ini langsung melompat dan membantu mengatasi situasi. Bersama dengan orang-orang lain, mereka menyerbu lelaki di mobil itu hingga membuatnya terkapar di aspal.

Kejadian ini pun mengungkap bahwa lelaki di dalam mobil sebenarnya tidak bermaksud jahat, namun hanya ingin mengambil uang tunai di dalam ranselnya. Namun, karena kebingungan dan keadaan yang memanas, situasi menjadi tidak terkendali. Setelah kejadian tersebut, para pihak terlibat mulai memahami bahwa keadaan sebenarnya adalah salah paham dan tidak sengaja.

Bagaimana kelanjutan kisah Tabsan, lelaki di mobil, dan pemuda berkostum badut itu? Semua akan terungkap dalam cerita lengkap “Tasban dan Kebodohannya” karya Ali Mukoddas. Kisah penuh konflik dan kebingungan ini memberikan sudut pandang yang menarik mengenai kejadian di sekitar jalanan kota Jakarta pada 23 Desember 2024.

Source link

Semua Berita

Berita Terbaru