Kenali Bahaya PAHs di Makanan dan Cara Menghindarinya

Jangan Lewatkan

Semakin meningkat kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat, terutama dalam hal rutin berolahraga dan pola makan. Namun, penelitian dari Seoul National University of Science and Technology menunjukkan bahwa meskipun makanan sehat seperti buah dan sayur dianggap aman dan bergizi, masih bisa terkontaminasi oleh senyawa berbahaya yang disebut polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs). PAHs adalah senyawa kimia karsinogenik yang dapat masuk ke dalam buah dan sayur melalui polusi udara, air irigasi yang tercemar, atau tanah yang terkontaminasi.

Pada pangan hewani seperti daging dan ikan, PAHs biasanya terbentuk selama proses memasak dengan suhu tinggi, seperti memanggang, barbeque, atau menggoreng pada temperatur sangat panas. Bagian makanan yang gosong atau terlalu kecokelatan cenderung mengandung PAHs lebih tinggi. Makanan asap seperti daging, ikan, keju asap, dan kopi sangrai juga dapat mengandung PAHs, yang membutuhkan pengawasan dan pengujian kandungan PAHs yang dilakukan dengan metode QuEChERS.

Metode QuEChERS (Quick, Easy, Cheap, Effective, Rugged, and Safe) merupakan alternatif praktis dalam ekstraksi dan analisis PAHs, membuat proses tersebut lebih cepat, mudah, dan akurat. Penggunaan pelarut asetonitril dalam metode ini membantu menarik PAHs dari sampel makanan sebelum dianalisis dengan gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS). Teknik ini dianggap lebih efisien daripada metode konvensional, dapat diaplikasikan pada berbagai jenis pangan, dan lebih ramah lingkungan karena mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya.

Untuk menghindari paparan PAHs dalam makanan, langkah-langkah seperti menghindari memasak dengan api langsung dan suhu tinggi yang memicu pembentukan PAHs, serta menggunakan metode memasak yang lebih lembut seperti mengukus atau memanggang dalam oven dapat membantu. Selain itu, mencuci buah dan sayur dengan air mengalir, menyimpan makanan di tempat tertutup, dan mengurangi konsumsi makanan asap atau yang dipanggang terlalu lama juga dapat membantu mengurangi risiko paparan PAHs dalam makanan sehari-hari. Semua langkah sederhana ini dapat memberikan perlindungan tambahan bagi kesehatan masyarakat.

Source link

Semua Berita

Berita Terbaru