16 C
Munich

Kenali Bahaya PAHs di Makanan dan Cara Menghindarinya

Harus dibaca

JAKARTA — Di tengah dorongan hidup sehat, banyak orang merasa aman memilih buah, sayur, ikan, atau daging sebagai menu harian. Namun, hasil kajian dari Seoul National University of Science and Technology mengingatkan bahwa makanan yang tampak sehat pun belum tentu bebas dari ancaman. Senyawa polycyclic aromatic hydrocarbons atau PAHs, yang bersifat karsinogenik, bisa masuk ke dalam pangan lewat jalur yang kerap luput dari perhatian.

PAHs tak hanya muncul dari makanan gosong

Pada buah dan sayur, PAHs dapat mencemari produk melalui polusi udara, air irigasi yang tercemar, atau tanah yang sudah terkontaminasi. Artinya, risiko tidak selalu datang dari proses memasak, melainkan juga dari lingkungan tempat bahan pangan tumbuh. Sementara itu, pada pangan hewani seperti daging dan ikan, PAHs umumnya terbentuk saat makanan dimasak dengan suhu tinggi, misalnya dipanggang, dibakar barbeque, atau digoreng terlalu panas.

Bagian yang tampak terlalu cokelat bahkan gosong biasanya menyimpan kadar PAHs lebih tinggi. Kondisi serupa juga ditemukan pada makanan asap, termasuk daging asap, ikan asap, keju asap, hingga kopi sangrai. Karena itu, pengawasan kandungan PAHs pada berbagai jenis pangan dinilai penting untuk menekan paparan yang tidak disadari konsumen.

QuEChERS jadi cara analisis yang lebih praktis

Untuk memeriksa kandungan PAHs, penelitian itu menyoroti metode QuEChERS (Quick, Easy, Cheap, Effective, Rugged, and Safe) sebagai pendekatan yang lebih praktis. Metode ini dipakai untuk mengekstraksi dan menganalisis PAHs secara lebih cepat, sederhana, dan akurat dibandingkan cara konvensional.

Dalam prosesnya, pelarut asetonitril digunakan untuk menarik PAHs dari sampel makanan sebelum dianalisis dengan gas chromatography-mass spectrometry atau GC-MS. Selain efisien, metode ini juga dinilai lebih ramah lingkungan karena mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya. QuEChERS pun dapat diterapkan pada beragam jenis pangan, sehingga menjadi alternatif yang relevan dalam pengujian keamanan pangan modern.

Cara sederhana menekan risiko paparan

Meski PAHs tidak selalu terlihat, risikonya bisa ditekan lewat kebiasaan memasak dan menyimpan makanan yang lebih hati-hati. Menghindari api langsung dan suhu terlalu tinggi menjadi langkah utama untuk mencegah pembentukan PAHs saat memasak. Pilihan metode yang lebih lembut, seperti mengukus atau memanggang dalam oven, juga dapat membantu menurunkan paparan.

Untuk buah dan sayur, mencuci dengan air mengalir tetap menjadi langkah dasar yang penting. Penyimpanan makanan di tempat tertutup serta membatasi konsumsi makanan asap atau hidangan yang dipanggang terlalu lama juga dapat mengurangi risiko. Dalam keseharian, langkah-langkah sederhana itu menjadi lapisan perlindungan tambahan di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan pangan.

Source link

Berita Terbaru