Dindik Jatim Siap Cegah Ideologi Kekerasan Anak dengan Langkah Antisipatif

Jangan Lewatkan

Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, tengah mengambil langkah antisipatif untuk mencegah penyebaran ideologi kekerasan di kalangan anak-anak pasca temuan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di beberapa daerah. Menurut Aries, anak-anak saat ini banyak terpapar konten berbahaya di ruang digital tanpa pengawasan yang tepat, sehingga rentan terhadap ideologi ekstrem. Temuan Densus 88 menunjukkan bahwa sebanyak 70 anak teridentifikasi terpapar ideologi kekerasan melalui konten digital, dengan sebagian besar berada di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Menanggapi hal ini, Aries menyatakan bahwa Dinas Pendidikan Jawa Timur akan bekerja sama dengan kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk memperkuat sistem pencegahan sejak dini. Salah satu langkah awal yang akan diambil adalah penguatan literasi digital reflektif di lingkungan sekolah. Selain itu, akan ada peningkatan peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) serta wali kelas dalam mendeteksi perubahan perilaku siswa terkait penggunaan konten digital berbahaya.

Dalam upaya pencegahan, pihak Dindik Jatim juga akan meningkatkan kerjasama dengan orang tua, kementerian terkait, aparat keamanan, serta lembaga perlindungan anak. Aries menekankan pentingnya pendidikan yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga mampu membentuk karakter anak-anak yang cerdas, empatik, dan memiliki nalar reflektif. Tujuan akhirnya adalah menciptakan pendidikan yang aman, inklusif, dan bermakna demi mewujudkan Jawa Timur sebagai daerah yang cerdas melalui pendidikan berdampak positif bagi sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Source link

Semua Berita

Berita Terbaru