Sindrom kaki gelisah (restless legs syndrome/RLS) adalah gangguan pada sistem saraf yang memicu keinginan tak tertahankan untuk menggerakkan kaki. Menurut laman Medical News Today, sindrom ini ternyata dapat meningkatkan risiko terkena penyakit Parkinson. Sebuah studi baru-baru ini yang diterbitkan di JAMA Network menemukan bahwa penderita sindrom kaki gelisah memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit Parkinson.
Penelitian ini melibatkan lebih dari 1 juta orang dari Kohort Sampel Layanan Asuransi Kesehatan Nasional Korea. Dari mereka, terpilih 9.919 individu yang mengidap sindrom kaki gelisah dengan kode spesifik yang terdokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok dengan sindrom kaki gelisah memiliki tingkat kejadian penyakit Parkinson yang lebih tinggi. Para peneliti juga mencatat bahwa pengobatan dengan agonis dopamin dapat memengaruhi tingkat kejadian penyakit Parkinson.
Meskipun penelitian ini menunjukkan hubungan antara sindrom kaki gelisah dan penyakit Parkinson, masih terdapat keterbatasan seperti fokus pada individu Korea yang membuat generalisasi terbatas. Namun, mengenali sindrom kaki gelisah dapat membantu dalam identifikasi individu yang berisiko terkena penyakit Parkinson. Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kaitan sindrom kaki gelisah dengan penyakit Parkinson, penelitian di masa depan dapat terus dieksplorasi. Hal ini bisa membantu dalam pengembangan strategi pencegahan dan pengobatan yang lebih efektif.

