Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) memutuskan untuk memperpanjang penutupan sementara layanan wisata alam di Taman Nasional Komodo akibat cuaca buruk. Penutupan sementara tersebut akan berlangsung hingga Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo memberikan izin kembali untuk aktivitas pelayaran kapal wisata. KSOP Labuan Bajo telah memperpanjang penutupan pelayaran kapal wisata karena cuaca buruk hingga 20 Januari atau hingga kondisi cuaca membaik.
Kepala BTNK, Hendrikus Rani Siga, mengatakan bahwa pelaku pariwisata dan wisatawan diharapkan untuk mematuhi keputusan penutupan sementara yang dikeluarkan oleh BTNK. Prioritas utama adalah keselamatan bagi semua pihak yang terlibat dalam kegiatan wisata di Taman Nasional Komodo.
Pengumuman penutupan sementara ini dilakukan setelah adanya potensi cuaca ekstrem berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Maritim Tenau Kupang pada tanggal 11 Januari 2026. Selain itu, penutupan tersebut juga dipertimbangkan berdasarkan Maklumat Pelayaran dari KSOP Kelas III Labuan Bajo mengenai potensi cuaca ekstrem.
KSOP Labuan Bajo juga melarang total pelayaran kapal wisata masuk ke Taman Nasional Komodo selama periode yang sama. Larangan tersebut diperpanjang hingga tanggal 20 Januari atau hingga kondisi cuaca diperkirakan membaik sesuai dengan prakiraan BMKG. Semua keputusan ini diambil untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan para pelaku pariwisata dan wisatawan yang berkunjung ke Taman Nasional Komodo.

