ASITA Nusa Tenggara Timur (NTT) merekomendasikan penerapan pelayaran secara parsial untuk kapal wisata di Labuan Bajo sebagai solusi alternatif dalam menghadapi larangan berlayar karena cuaca buruk yang berlaku pada 20-27 Januari 2026. Ketua ASITA NTT, Oyan Kristian, mengusulkan pendekatan “buka-tutup parsial” di mana izin pelayaran ke destinasi yang lebih jauh yang dianggap berbahaya dapat dialihkan ke destinasi terdekat yang aman untuk dikunjungi. Sebagai contoh, wisatawan yang ingin melihat Komodo dapat diarahkan ke Pulau Rinca, sementara aktivitas snorkeling bisa dilakukan di spot dekat Labuan Bajo seperti Pulau Seraya dan Kanawa.
Penutupan sementara aktivitas pelayaran kapal wisata di Labuan Bajo yang dikeluarkan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III sebagai respons terhadap potensi cuaca ekstrem, telah menimbulkan banyak pembatalan perjalanan wisata dan permasalahan terkait pengembalian dana di sektor pariwisata setempat. Adanya pembatalan trip telah berdampak signifikan pada perekonomian masyarakat NTT, terutama Labuan Bajo yang sangat bergantung pada sektor pariwisata.
Meskipun pemberian izin berlayar sepenuhnya merupakan kewenangan KSOP atau Syahbandar, ASITA berharap kebijakan penutupan dapat dievaluasi kembali sehingga tidak memberlakukan secara menyeluruh. Prioritas utama tetap adalah keselamatan, keamanan, dan kenyamanan tamu, namun jika terdapat destinasi alternatif yang aman dan dekat, pelayaran parsial dapat menjadi solusi yang mendukung keberlangsungan pariwisata dan perekonomian lokal.
Dalam upaya menjaga aktivitas pariwisata di Labuan Bajo agar tidak terhenti dan tetap berkelanjutan, penting bagi semua pihak untuk memperhatikan dampak dari penutupan aktivitas wisata. Sebagai sektor utama di daerah tersebut, penutupan destinasi wisata dapat berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, perlu sinergi bersama antara pihak terkait agar pariwisata Labuan Bajo tetap berjalan lancar tanpa menarik dampak negatif yang signifikan.
Dengan pengaturan pelayaran parsial dan evaluasi terhadap kebijakan penutupan, diharapkan pariwisata Labuan Bajo dapat tetap berjalan dengan baik, menghindari dampak signifikan pada perekonomian masyarakat setempat.

