Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyatakan bahwa kasus infeksi Influenza A (H3N2) subclade K atau ‘super flu’ tidak mengalami lonjakan dalam beberapa pekan terakhir. Direktur Penyakit Menular Kemenkes, Prima Yosephine, mengungkapkan bahwa Indonesia telah melewati puncak peningkatan kasus influenza musiman. Varian virus Influenza H1, bukan varian ‘super flu’, yang mendominasi di Indonesia belakangan ini. Meskipun demikian, mobilisasi antar-negara masih berpotensi memperluas penyebaran super flu, sehingga Kemenkes mengimbau masyarakat, khususnya yang bepergian ke luar negeri, untuk tetap waspada. Prima menekankan pentingnya menjaga kebersihan diri, mengonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, dan mencuci tangan sebagai langkah pencegahan. Influenza adalah penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya, namun menjaga kekebalan tubuh dan gaya hidup sehat merupakan kunci untuk mengatasi influenza. Sampai awal Januari, 62 kasus super flu terdeteksi di Indonesia dengan Jawa Timur sebagai penyumbang kasus terbanyak. Super flu adalah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh subvarian virus Influenza A, yang dapat menyebabkan gejala yang lebih parah terutama pada anak-anak, lansia, dan orang dengan penyakit penyerta.
Varian Influenza Mendominasi di RI: Mitos Super Flu Dibantah Kemenkes
Previous article

