Apakah ada kaitan antara GERD dan henti jantung? Pertanyaan ini menjadi perbincangan di media sosial setelah kematian selebgram Lula Lahfah yang diduga akibat henti jantung. Hal ini menyoroti pentingnya peningkatan literasi kesehatan di masyarakat. Banyak orang belum menyadari bahwa gejala GERD dan serangan jantung memiliki kemiripan, yang bisa berbahaya jika tidak dipahami dengan benar.
Dokter spesialis jantung, Vito Damay dari Siloam Hospital, menjelaskan bahwa keluhan GERD dan serangan jantung dapat tumpang tindih secara klinis. Gejala GERD umumnya meliputi rasa panas atau perih di dada, disertai sensasi asam di mulut, dan kadang disertai sesak napas. Sementara gejala serangan jantung meliputi rasa tidak nyaman di dada, nyeri yang menjalar ke lengan atau punggung, serta keringat dingin dan sesak napas.
Pentingnya memahami perbedaan gejala antara GERD dan serangan jantung karena pada beberapa kasus kedua kondisi ini dapat terjadi bersamaan. Meskipun GERD tidak langsung menyebabkan henti jantung, penanganan serangan jantung yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Vito meminta agar masyarakat waspada dan segera periksa jika mengalami nyeri ulu hati bersamaan dengan keringat dingin, mual hebat, atau sesak napas. Edukasi kesehatan yang tepat perlu terus disosialisasikan agar masyarakat dapat membedakan antara gejala GERD dan serangan jantung dengan benar. Lebih baik berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu daripada menyesal karena terlambat menangani masalah kesehatan yang sebenarnya serius.

