Jakarta — Polda Metro Jaya mulai menelusuri rangkaian peristiwa yang berkaitan dengan kematian pemengaruh dan selebgram Lula Lahfah. Pada Jumat (23/1), kepolisian memanggil lima orang saksi untuk dimintai keterangan terkait peristiwa yang terjadi di sebuah apartemen di Jakarta Selatan itu.
Lima saksi dipanggil
Kelima saksi yang dimintai keterangan mencakup asisten rumah tangga, asisten pribadi, sopir, Reza “Arap” Oktovian, serta seorang rekan almarhum. Dari daftar itu, ART, asisten pribadi, dan sopir sudah hadir di Polres Metro Jakarta Selatan untuk menjalani pemeriksaan.
Sementara itu, keterangan Reza dijadwalkan diambil pada sore hari. Adapun rekan almarhum akan diperiksa pada Selasa (27/1). Pemeriksaan para saksi ini menjadi bagian dari upaya polisi mengurai peristiwa yang terjadi di lokasi kejadian.
Polisi telusuri keterangan para saksi
Sebelumnya, polisi juga telah memeriksa sopir dan asisten pribadi Lula Lahfah sebagai saksi. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah, menyebut para saksi tersebut mengetahui kejadian yang berlangsung di tempat kejadian perkara (TKP).
Informasi yang beredar menyebutkan, pemeriksaan terhadap saksi-saksi itu dilakukan di Polres Metro Jakarta Selatan. Meski begitu, kepolisian masih menunggu seluruh rangkaian keterangan untuk melengkapi penanganan kasus tersebut.
Temuan obat dan surat rawat jalan
Polda Metro Jaya sebelumnya membenarkan adanya informasi kematian seorang pemengaruh atau selebgram perempuan yang diduga adalah Lula Lahfah di apartemen kawasan Jakarta Selatan. Korban ditemukan petugas keamanan pada Jumat, 23 Januari 2026.
Polres Metro Jakarta Selatan juga menemukan obat dan surat rawat jalan di lantai 25 apartemen yang ditempati Lula Lahfah. Hingga kini, polisi menyatakan tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Sejumlah barang temuan, termasuk obat-obatan dan surat rawat jalan dari RSPI, masih menjadi bagian dari pemeriksaan kepolisian.
Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Source link
