Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TNBB) adalah pusat kerajaan kupu-kupu yang memegang peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati dunia. Menurut Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, TNBB merupakan habitat alami bagi berbagai spesies kupu-kupu yang perlu dilindungi dan dilestarikan. Selain menjadi destinasi wisata yang menarik, TNBB juga dikenal sebagai The Kingdom of Butterfly yang memiliki lebih dari 247 spesies kupu-kupu unik.
Peneliti Inggris, Alfred Russel Wallace, pertama kali menemukan kekayaan alam TNBB pada tahun 1857 dan menyebutnya sebagai The Kingdom of Butterfly. Meskipun beberapa tahun terakhir mengalami penurunan populasi kupu-kupu, upaya pelestarian dan penangkaran yang dilakukan berhasil meningkatkan jumlah spesies kupu-kupu menjadi sekitar 285, meningkat sekitar 140 persen dalam periode 10 hingga 15 tahun terakhir.
Pentingnya menjaga ekosistem TNBB tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai upaya untuk melestarikan keanekaragaman hayati. Dengan keterlibatan semua pihak, termasuk pengelola taman nasional, masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya, TNBB dapat terus berperan sebagai pusat keanekaragaman hayati dunia. Kehadiran pemerintah pusat turut berkontribusi dalam menjaga kelestarian TNBB dan mendukung peningkatan kunjungan wisata ke kawasan tersebut.
Dukungan yang berkelanjutan terhadap UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep juga menjadi kunci dalam pengembangan wisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Semua upaya untuk melestarikan TNBB tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Dengan sinergi yang kuat antara semua pihak terkait, TNBB akan terus menjadi destinasi wisata unggulan yang membanggakan Indonesia.

