Mengenal GERD: Masalah Pencernaan pada Anak Muda

Jangan Lewatkan

Poln makan dan gaya hidup sehari-hari memainkan peran penting dalam kesehatan sistem penceraan. Jika kedua kebiasaan tersebut tidak dijaga dengan baik, tubuh dapat menjadi rentan terbts gangguan pencernaan, seperti Gastroesophageal reflux disease (GERD).

GERD adalah jenis gangguan pencernaan kronis di mana asam lambung atau cairan lambung lainnya naik kembali ke kerongkongan, yang mengakibatkan sensasi terbakar di dada. Meski sebenarnya, naiknya asam lambung ke kerongkongan adalah kondisi alami, namun jika terjadi secara berulang dan berkelanjutan, hal tersebut dapat berkembang menjadi GERD yang berpotensi merusak dinding esofagus.

Diagnosis GERD biasanya dilakukan ketika gejala refluks muncul minimal 2 kali seminggu atau mengganggu aktivitas sehari-hari seseorang. Gejala GERD sering kali mirip dengan gangguan pencernaan lainnya, seperti gastritis atau tukak lambung, namun salah satu ciri khasnya adalah sensasi asam atau pahit di mulut akibat naiknya cairan lambung ke kerongkongan.

Beberapa gejala umum GERD meliputi regurgitasi, sensasi terbakar di dada, sakit perut bagian atas, mual, batuk kronis, hingga kesulitan menelan. Penyebab umum dari GERD antara lain obesitas, kehamilan, hernia hiatal, merokok, dan kebiasaan langsung berbaring setelah makan.

Meskipun GERD biasanya didiagnosis pada orang dewasa, studi terbaru dari World Health Organization menunjukkan bahwa sebagian remaja juga rentan mengalami GERD akibat gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat. Untuk mencegah kambuhnya GERD, dianjurkan untuk merubah gaya hidup menjadi lebih sehat, termasuk dengan mengatur pola makan, menghindari makanan pencetus asam lambung, dan menghentikan kebiasaan merokok.

Selain itu, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi obat-obatan yang sesuai untuk mengurangi gejala GERD. Dengan perubahan gaya hidup yang tepat, GERD dapat diatasi dan mencegah kambuhnya gangguan pencernaan yang satu ini.

Source link

Semua Berita

Berita Terbaru