12.6 C
Munich

Desa Berpenduduk 14 Orang Meminta Cabut Status Warisan Dunia UNESCO

Harus dibaca

Vlkolínec, desa kecil di Slovakia Tengah yang hanya dihuni 14 orang, kini justru ingin melepaskan predikat yang selama ini dianggap bergengsi: Situs Warisan Dunia UNESCO. Permintaan itu muncul karena status yang disandang sejak 1993 dinilai membawa lebih banyak beban ketimbang manfaat. Di balik popularitasnya sebagai destinasi wisata dengan sekitar 100 ribu pengunjung setiap tahun, warga merasa ruang hidup mereka makin sempit oleh aturan pelestarian yang ketat dan arus turis yang tak pernah benar-benar surut.

Di balik bangunan kayu yang dipuji dunia

Vlkolínec dikenal lewat deretan rumah kayu tradisional yang menjadi alasan desa ini diakui UNESCO. Namun, bagi warga setempat, pengakuan internasional itu datang bersama sederet pembatasan. Mereka mengeluhkan larangan memelihara hewan ternak dan bercocok tanam, dua hal yang selama ini lekat dengan kehidupan desa. Yang lebih mengganggu, menurut warga, adalah privasi yang terusik karena sebagian wisatawan nekat masuk ke halaman rumah pribadi.

Situasi itu membuat status warisan dunia yang semula dianggap kehormatan berubah menjadi sumber tekanan sehari-hari. Beberapa rumah bahkan disebut beralih fungsi menjadi akomodasi sewaan akhir pekan, menandai perubahan wajah desa yang kian jauh dari kehidupan komunal semula.

Populasi terus menyusut, beban makin terasa

Tekanan pariwisata dan aturan konservasi disebut ikut memengaruhi jumlah penduduk. Pada 1993, saat Vlkolínec masuk daftar UNESCO, desa ini masih dihuni 27 orang dari tujuh keluarga. Kini, jumlah itu tinggal 14 orang dari empat keluarga pada 2026. Penyusutan tersebut memperlihatkan betapa beratnya menjaga kehidupan sehari-hari di tengah tuntutan pelestarian dan derasnya kunjungan wisata.

Meski begitu, upaya untuk mencabut status UNESCO bukan perkara mudah. Vlkolínec merupakan salah satu dari tiga pemukiman tradisional yang masih terpelihara baik di Eropa Tengah. Karena itu, langkah semacam ini memerlukan keputusan diplomatik yang rumit antara pemerintah nasional dan UNESCO, terlebih karena isu tersebut sensitif secara politik dan jarang terjadi.

Warga ingin hidup yang lebih tenang

Di tengah segala keterbatasan itu, warga desa tetap menyuarakan harapan yang sama: lepas dari predikat warisan dunia agar kehidupan mereka bisa kembali lebih tenang. Bagi mereka, yang dipertaruhkan bukan hanya status internasional, melainkan hak untuk menjalani keseharian tanpa tekanan berlebihan dari wisata dan regulasi pelestarian.

Source link

Berita Terbaru