Waspada Virus Nipah: Bahaya Konsumsi Nira Mentah

Jangan Lewatkan

Konsumsi nira atau air aren yang diambil langsung dari pohon sebaiknya dihindari, sesuai dengan anjuran Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) untuk mencegah risiko penularan virus Nipah. Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kemenkes, Murti Utami, menjelaskan bahwa virus Nipah merupakan penyakit zoonotik yang dapat menular dari hewan ke manusia. Kelelawar buah merupakan inang alami dari virus ini yang berpotensi mengontaminasi nira atau air aren melalui air liur, urin, maupun gigitan. Karena itu, masyarakat diminta untuk tidak mengonsumsi nira secara langsung tanpa proses pengolahan terlebih dahulu.

Murti menegaskan pentingnya memasak aren atau nira terlebih dahulu sebelum dikonsumsi, serta mencuci dan mengupas buah secara menyeluruh untuk mencegah risiko penularan virus. Virus Nipah dapat menular ke manusia melalui hewan lain seperti babi atau melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, termasuk buah dan nira. Hasil penelitian di Indonesia juga menunjukkan deteksi virus Nipah pada inang alaminya, yaitu kelelawar buah genus Pteropus, sehingga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan virus ini.

Selain penularan dari hewan ke manusia, penularan antarmanusia juga dilaporkan terutama melalui kontak erat dengan penderita. Gejala klinis dari penyakit virus Nipah bervariasi, mulai dari infeksi saluran pernapasan akut hingga menyebabkan ensefalitis atau peradangan otak yang berpotensi fatal. Meskipun belum ada laporan kasus konfirmasi virus Nipah pada manusia di Indonesia, Kemenkes tetap mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Imbauan tersebut disampaikan dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/445/2026 yang diterbitkan pada 30 Januari 2026.

Source link

Semua Berita

Berita Terbaru