Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa ia tak mau masuk gorong-gorong saat kerja bakti massal karena dibesarkan dalam teknokrasi. Pramono berujar bahwa meskipun dia bisa saja masuk ke dalam gorong-gorong, risikonya akan ditertawai oleh wartawan. Saat mengikuti aksi kerja bakti massal di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Pramono berbincang santai dengan Jusuf Kalla tentang hal tersebut. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerjunkan 171.134 petugas gabungan serta masyarakat untuk kerja bakti massal di 44 kecamatan dan 267 kelurahan. Panglima Komando Militer Jayakarta (Pangdam Jaya) dan Kapolda Metro Jaya juga turut berpartisipasi dalam kegiatan pembersihan pascabanjir itu.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan pada pengurasan dan pembersihan saluran air guna mencegah penyumbatan sampah. Pemprov DKI Jakarta juga mengerahkan alat berat dan truk pengangkut untuk menangani 66 lokasi prioritas. Kolaborasi dilakukan dengan Palang Merah Indonesia (PMI) se-DKI Jakarta untuk mendukung kegiatan ini. PMI DKI Jakarta menyediakan perlengkapan seperti cangkul, sekop, gerobak dorong, dan karung untuk mengangkut sampah.
Rano Karno mendorong kesadaran masyarakat Jakarta untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kesehatan kota. Dia menekankan pentingnya kerjasama dalam menjaga lingkungan. Kegiatan bersih-bersih Jakarta juga melibatkan 60 unit alat berat dan 144 truk pengangkut. Pramono Anung, dalam kerja bakti massal, berkelakar bahwa meskipun dia bisa masuk gorong-gorong, tetapi risikonya akan membuat wartawan terkejut. Semua pihak, termasuk Forkopimda, terlibat dalam kegiatan tersebut. Upaya membersihkan Jakarta dilakukan secara serentak dengan partisipasi dari berbagai pihak.
