Di tengah pasar smartphone Indonesia yang kian padat, Infinix memilih jalur yang tidak biasa untuk mengejar perhatian konsumen. Bukan sekadar mengandalkan promosi di kanal digital umum, merek ini masuk lebih dalam ke ekosistem harian pengguna lewat kerja sama dengan GrabAds. Hasilnya, strategi mobile-first tersebut berbuah penjualan yang menonjol: 4.000 unit ludes dalam 60 detik pertama peluncuran produk baru.
Masuk ke momen sehari-hari pengguna
Pasar smartphone di Indonesia disebut menyerap lebih dari 40 juta unit per tahun. Angka itu menunjukkan besarnya peluang, sekaligus ketatnya persaingan antarmerek. Dalam situasi seperti ini, kecepatan menarik minat dan mendorong keputusan pembelian menjadi kunci. Infinix melihat peluang itu dengan menempatkan kampanye di dalam aplikasi Grab, sehingga pesan merek hadir di momen-momen yang dekat dengan keseharian pengguna.
Melalui berbagai format iklan, kampanye tersebut dirancang untuk menjangkau konsumen sejak tahap awal kesadaran hingga akhirnya mendorong transaksi. Pendekatan ini membuat eksposur tidak berhenti pada pengenalan produk, tetapi bergerak langsung ke jalur pembelian dalam satu ekosistem.
Dari awareness ke konversi
Strategi itu dinilai efektif karena memanfaatkan perjalanan pengguna secara utuh. Infinix tidak hanya tampil di ruang promosi, melainkan hadir dalam titik-titik yang relevan saat konsumen berinteraksi dengan aplikasi. Di saat yang sama, penawaran eksklusif dan format iklan yang kreatif ikut memperkuat dorongan untuk segera membeli.
Head of Marketing Infinix Indonesia, Sergio Ticoalu, mengatakan kolaborasi ini membantu menghubungkan eksposur langsung ke jalur pembelian dalam satu ekosistem. Menurut dia, pendekatan tersebut mempercepat keputusan pembelian konsumen, yang menjadi sasaran utama dalam kampanye peluncuran produk.
Diakui lewat penghargaan
Keberhasilan kampanye Infinix bersama GrabAds itu juga mendapat pengakuan di ajang Marketing Excellence Awards 2025. Kolaborasi keduanya meraih Gold untuk kategori Excellence in Mobile Marketing. Penghargaan ini menegaskan bahwa strategi berbasis mobile bukan hanya soal jangkauan, tetapi juga soal seberapa cepat pesan bisa diubah menjadi aksi pembelian yang nyata.
Dalam pasar yang bergerak cepat seperti smartphone, hasil 4.000 unit terjual dalam hitungan detik menunjukkan bahwa posisi merek di ruang digital kini tak cukup hanya terlihat. Yang lebih penting, pesan harus hadir di tempat yang tepat, pada saat yang tepat, dan langsung mengarah ke keputusan belanja.
Source link
