Operasi Pekat Jaya Ungkap 937 Pelaku, Kasus Asusila di Taksi Daring Jadi Sorotan di Jakarta
Sejumlah perkara kriminal kembali menyita perhatian publik di DKI Jakarta pada Kamis (13/2). Di tengah padatnya agenda penegakan hukum, Polda Metro Jaya mengumumkan hasil Operasi Pekat Jaya 2026 yang selama 15 hari awal Februari berhasil menjaring 937 pelaku kriminal. Operasi ini menyasar beragam tindak kejahatan yang kerap mengganggu ketertiban warga, mulai dari tawuran, geng motor, premanisme, peredaran minuman keras dan obat terlarang, hingga balap liar dan kejahatan jalanan.
Ribuan Pelanggaran Disisir dalam Operasi Pekat Jaya
Langkah kepolisian tersebut menunjukkan bahwa operasi penyakit masyarakat masih menjadi salah satu instrumen utama untuk menekan potensi gangguan keamanan di ibu kota dan sekitarnya. Dalam operasi itu, aparat tidak hanya memburu pelaku yang terlibat dalam aksi kekerasan jalanan, tetapi juga kelompok yang diduga menggerakkan aktivitas yang meresahkan warga. Jumlah pelaku yang diamankan, yakni 937 orang, menjadi penanda betapa luasnya cakupan persoalan yang masih dihadapi aparat di lapangan.
Di wilayah Jakarta Utara, Polres Metro Jakarta Utara juga mengembalikan sepeda motor hasil curian kepada pemiliknya setelah kasus tersebut berhasil diungkap melalui penyelidikan. Pengembalian barang bukti kepada korban menjadi bagian dari upaya polisi menunjukkan hasil kerja penegakan hukum yang langsung dirasakan masyarakat.
Kasus di Taksi Daring dan Pemeriksaan Jokowi
Selain operasi penertiban, perhatian publik juga tertuju pada kasus dugaan tindakan asusila oleh sepasang muda-mudi penumpang taksi daring di Jakarta Selatan. Kepolisian masih menelusuri perkara itu, termasuk mencari tahu identitas sopir taksi yang disebut terlibat dalam kejadian tersebut. Penyelidikan lanjutan akan menentukan duduk perkara kasus yang belakangan ramai dibicarakan itu.
Di saat yang sama, Polda Metro Jaya juga melakukan pemeriksaan terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Surakarta terkait laporan tuduhan ijazah palsu. Pemeriksaan ini menambah daftar perkara yang tengah ditangani jajaran kepolisian di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Motif Pembunuhan Diduga karena Harta
Kasus lain yang juga menjadi perhatian adalah pembunuhan terhadap seorang pegawai Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Halim Perdanakusuma berinisial NHW. Polisi menduga motif pelaku berkaitan dengan upaya menguasai harta korban. Dugaan itu masih menjadi bagian dari pendalaman penyidik untuk mengurai rangkaian peristiwa sebelum dan sesudah kejadian.
Rangkaian kasus tersebut memperlihatkan bahwa isu keamanan di Jakarta tidak hanya berhenti pada penindakan di jalanan, tetapi juga merambah ke tindak kriminal yang terjadi di ruang privat, transportasi daring, hingga perkara dengan sorotan publik yang lebih luas. Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Source link
