Tokoh Gerindra Jawa Timur, Zulfahmy Wahab, mengungkapkan keprihatinan atas adanya usaha-usaha tertentu yang secara sistematis menyerang nama baik Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Ia melihat bahwa sejumlah isu, khususnya terkait kasus dana hibah di Jawa Timur, sengaja dimunculkan dan dipelintir demi meruntuhkan reputasi Khofifah.
Menurutnya, aroma tidak sedap yang merebak dari pemberitaan mengenai dana hibah dijadikan senjata oleh kelompok tertentu untuk merusak citra Khofifah di mata publik. Zulfahmy menilai langkah tersebut sebagai bentuk kampanye negatif yang berujung pada pembunuhan karakter. Ia menyayangkan terjadinya hal ini, apalagi mengingat Khofifah memiliki rekam jejak kepemimpinan yang baik dan dikenal luas sebagai figur nasional yang punya kontribusi besar.
Dalam pandangannya, kondisi politik saat ini rupanya dimanfaatkan oleh segelintir pihak yang enggan melihat Khofifah semakin bersinar di kancah nasional. “Padahal kapasitas beliau tidak diragukan. Tapi ketika muncul isu hukum, seolah-olah semua diarahkan untuk menjatuhkan beliau sebelum benar-benar berkembang,” ujar Zulfahmy seraya menambahkan seharusnya persoalan politik tidak dicampuradukkan dengan proses hukum yang sedang berjalan di Komisi Pemberantasan Korupsi.
Zulfahmy menyoroti pula bahwa pemanggilan Gubernur Khofifah oleh KPK telah berubah menjadi komoditas politik, bahkan dijadikan dalih untuk menggiring opini negatif dan menyebarkan tuduhan-tuduhan yang belum tentu benar. Bahkan, disebutnya nama-nama besar lain seperti Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti dan mantan Menteri Desa Abdul Halim Iskandar pun ikut diseret dalam pusaran isu. Namun, justru Khofifah yang mendapat sorotan terbesar.
Hal tersebut, lanjut Zulfahmy, tak lain karena tingginya popularitas Khofifah di masyarakat. “Dua nama lain juga memiliki nama besar, namun sorotan utama kini tertuju pada Ibu Khofifah, sebab popularitasnya sangat kuat. Maka tak heran jika serangan paling gencar diarahkan ke beliau,” jelasnya.
Meskipun situasi semakin memanas, Zulfahmy tetap yakin Komisi Pemberantasan Korupsi akan tetap menjaga independensi dan profesionalitas dalam menangani perkara dugaan korupsi dana hibah tersebut. “Saya meyakini, KPK tidak akan mudah dipengaruhi oleh kepentingan politik. Mereka tetap bekerja sesuai aturan dan prosedur. Saya juga tetap percaya dengan integritas dan keteguhan Ibu Khofifah sebagai tokoh perempuan terdepan Nahdlatul Ulama. Saya optimis beliau akan mampu melewati cobaan berat ini dengan baik,” tutupnya.
Sumber: Gerindra Jatim Nilai Ada Upaya Menyudutkan Khofifah Dalam Isu Dana Hibah
Sumber: Wakil Ketua Gerindra Jatim Sebut Ada Pihak Yang Berupaya Sudutkan Khofifah
