14.8 C
Munich

DPR Minta Pemerintah Ambil Langkah Antisipatif Respons Konflik Timur Tengah

Harus dibaca

DPR Minta Pemerintah Ambil Langkah Antisipatif Respons Konflik Timur Tengah

Jakarta — Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, meminta pemerintah bergerak cepat dan menyiapkan langkah antisipatif menyusul serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Menurut dia, gejolak di Timur Tengah tidak boleh dipandang sebagai persoalan jauh yang hanya berdampak pada kawasan setempat, karena imbasnya bisa segera merembet ke Indonesia, terutama pada sektor pariwisata dan energi.

Dampak konflik dinilai bisa menjalar ke Indonesia

Evita menilai pemerintah perlu membaca situasi ini secara cermat agar kepentingan nasional tetap terlindungi di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat. Ia menekankan bahwa konflik berskala besar seperti ini kerap memicu efek berantai, mulai dari tekanan pada harga energi hingga terganggunya arus wisata dan aktivitas ekonomi yang bergantung pada stabilitas global.

Pemerintah diminta respons cepat dan bijaksana

Karena itu, ia mendorong pemerintah tidak menunggu situasi memburuk sebelum mengambil sikap. Respons yang dibutuhkan, kata Evita, harus dilakukan secara tanggap sekaligus bijaksana agar Indonesia memiliki ruang gerak yang cukup untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Dalam pandangannya, perlindungan terhadap sektor strategis menjadi penting ketika dinamika politik internasional bergerak cepat dan sulit diprediksi.

Evita juga menegaskan bahwa pemerintah perlu menempatkan kepentingan Indonesia sebagai prioritas utama dalam menghadapi ketidakpastian global. Di tengah konflik yang terus berkembang, kewaspadaan dinilai menjadi kunci agar dampak ekonomi dan sosial tidak meluas ke dalam negeri.

Copyright © ANTARA 2026. Dilarang keras menggunakan konten ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source link

Berita Terbaru