Kurma selalu menjadi buah yang populer, terutama saat bulan Ramadhan. Banyak orang mengonsumsi kurma sebagai menu pembuka saat berbuka puasa karena rasanya manis alami dan praktis untuk langsung disantap tanpa perlu diolah terlebih dahulu. Namun, muncul pertanyaan apakah kurma sebaiknya dicuci sebelum dikonsumsi.
Menurut Saudi Food and Drug Authority (SFDA), sebaiknya kurma dicuci terlebih dahulu sebelum dikonsumsi untuk menghilangkan kemungkinan sisa pestisida, bahan kimia, kotoran, hingga mikroorganisme seperti jamur dan ragi. Hal ini penting untuk menjaga kebersihan buah dan mengurangi risiko terpapar zat asing.
Ada beberapa langkah yang bisa diikuti dalam membersihkan kurma dengan benar, tergantung pada jenis dan teksturnya. Pisahkan kurma yang sudah rusak atau tak layak konsumsi, kemudian gunakan saringan atau colander saat mencucinya. Pastikan untuk tidak merendam kurma terlalu lama agar tidak menjadi terlalu basah dan cepat rusak.
Setelah mencuci, keringkan kurma dengan baik untuk menghindari pertumbuhan jamur dan fermentasi. Penyimpanan kurma juga penting untuk menjaga kualitas dan kesegarannya. Simpan kurma dalam kemasan asli yang belum dibuka di tempat yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari serta panas. Mencuci dan menyimpan kurma dengan benar akan memastikan Anda dapat menikmati buah ini dengan lebih aman dan nyaman.
