Seorang dokter spesialis neurologi di China telah menemukan metode baru untuk menyembuhkan Alzheimer. Pasien pertamanya, seorang ibu yang menderita gangguan otak progresif selama delapan tahun terakhir, menunjukkan hasil positif setelah menggunakan metode ini. Dokter yang melakukan penemuan ini adalah Sun Bomin, seorang profesor dan direktur pusat bedah saraf fungsional di Rumah Sakit Ruijin, Shanghai. Melalui prosedur focused ultrasound (FUS) atau gelombang ultrasonik dengan intensitas tinggi, Sun berhasil menunjukkan efektivitasnya dalam mengobati penyakit Alzheimer.
Awal penemuan ini bermula pada tahun 2024, ketika Sun ingin mengobati kondisi lain yang dialami sang ibu menggunakan FUS. Namun, hasilnya mengejutkan ketika sang ibu yang berusia 90-an mengalami peningkatan kognitif setelah prosedur tersebut. Selain itu, distonia yang dialami sang ibu juga membaik, menunjukkan penurunan frekuensi penjuluran lidah. Temuan ini menjadi titik awal bagi Sun untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Setelah uji klinis dilakukan, sebanyak tujuh pasien mengalami peningkatan pesat, dua di antaranya menunjukkan hasil yang menjanjikan.
Prosedur FUS sendiri merupakan strategi non-invasif dalam bedah saraf yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi. Metode ini memungkinkan dokter untuk mengerahkan kekuatan pada titik yang dituju tanpa melakukan prosedur bedah. Proses FUS melibatkan penggunaan helm yang dilengkapi dengan transduser mini untuk memancarkan gelombang ultrasonik ke dalam otak pasien. Dalam uji klinis, pasien harus menjalani MRI sambil mengenakan helm untuk menentukan posisi yang tepat.
Walau penelitian dan uji klinis masih terus dilakukan, temuan ini diharapkan menjadi kabar baik bagi penderita Alzheimer dan keluarganya. Metode FUS memberikan harapan baru dalam penanganan penyakit Alzheimer yang selama ini sulit diobati. Temuan ini memberikan harapan baru bagi penderita Alzheimer untuk mendapatkan penanganan yang lebih efektif dan berpotensi mengubah kehidupan mereka.
