JAKARTA — Mimpi basah selama ini kerap identik dengan remaja laki-laki. Padahal, perempuan juga bisa mengalaminya, meski istilah ini jauh lebih jarang dibicarakan dan sering luput dari perhatian. Fenomena tersebut muncul saat seseorang mengalami orgasme atau keluarnya cairan seksual ketika tidur, yang dalam literatur kerap disebut nocturnal emission atau sleep orgasm.
Terjadi saat tidur REM
Secara umum, mimpi basah berkaitan dengan fase tidur REM, yaitu fase ketika mimpi paling intens kerap muncul. Pada tahap ini, aliran darah ke organ genital meningkat sehingga area tersebut menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan. Pada laki-laki, kondisi ini biasanya tampak jelas karena disertai ejakulasi. Sementara pada perempuan, gejalanya tidak selalu mudah dikenali karena tidak ada ejakulasi seperti pada pria, meski orgasme saat tidur tetap bisa terjadi.
Perempuan juga bisa mengalami mimpi seksual
Sejumlah penelitian menunjukkan sekitar 70 persen perempuan pernah mengalami mimpi seksual setidaknya sekali dalam hidupnya. Frekuensinya pun disebut dapat mencapai tiga hingga empat kali dalam setahun. Meski begitu, pengalaman tiap orang bisa berbeda. Ada yang merasakannya sebagai orgasme saat tidur, ada pula yang hanya mengalami mimpi dengan nuansa seksual tanpa sensasi fisik yang jelas.
Dipengaruhi hormon dan kondisi tubuh
Penyebab mimpi basah pada perempuan maupun laki-laki dapat dipicu beberapa hal, mulai dari perubahan hormon, rangsangan seksual sebelum tidur, hingga periode tanpa aktivitas seksual. Dalam batas tertentu, kondisi ini tergolong normal dan tidak menunjukkan gangguan kesehatan. Namun, jika frekuensinya membuat khawatir atau menimbulkan pertanyaan, berkonsultasi dengan dokter bisa membantu memberi penjelasan yang lebih tepat.
Source link
