Fenomena asisten rumah tangga (ART) yang tidak kembali bekerja setelah mudik Lebaran kembali menjadi topik pembicaraan yang ramai. Banyak ibu rumah tangga yang mengeluhkan hal ini di media sosial, menggambarkannya sebagai drama tahunan yang terjadi setiap tahun. Bagi sebagian keluarga, kepergian ART secara tiba-tiba bukan hanya menimbulkan kehilangan bantuan di rumah, tetapi juga memaksa mereka untuk menyesuaikan ulang dengan rutinitas harian yang berubah.
Beberapa alasan yang kerap diungkapkan oleh ART saat memutuskan untuk tidak kembali bekerja setelah Lebaran meliputi diminta keluarga untuk pulang, kondisi sakit atau kebutuhan keluarga, dijodohkan atau ingin menikah, serta preferensi tinggal di kampung. Selain faktor keluarga, gaya hidup yang lebih sederhana dan minim tuntutan di kampung juga menjadi alasan sebagian ART enggan kembali bekerja.
Dalam menghadapi situasi di mana ART tidak kembali, ada langkah-langkah yang bisa diambil untuk memudahkan transisi. Pertama, terima situasi dan sesuaikan ekspektasi. Kedua, atur ulang prioritas pekerjaan rumah. Ketiga, rapikan rumah secara bertahap. Keempat, libatkan anggota keluarga dalam pekerjaan rumah tangga. Dan kelima, cari ART baru dengan selektif jika bantuan diperlukan.
Menghadapi drama ketidak-kembalian ART setelah Lebaran memang bukan hal yang baru. Adanya perubahan seperti ini menuntut pemahaman akan kebutuhan keluarga di kota dan kondisi kehidupan para ART di kampung. Dengan memahami alasan di balik keputusan mereka, kita dapat merespons situasi dengan lebih bijak, menyesuaikan rutinitas rumah tangga dengan cara yang berbeda namun tetap efektif.
