18.1 C
Munich

Dokter Anak Sarankan Orang Tua Batasi Waktu Layar Anak

Harus dibaca

Dokter Anak Ingatkan Orang Tua, Screen Time Perlu Dibatasi Sejak Dini

JAKARTA — Di tengah kebiasaan anak yang makin akrab dengan gawai, televisi, dan ponsel, dokter mengingatkan orang tua agar tidak lengah. Pembatasan screen time disebut penting bukan semata soal disiplin, melainkan bagian dari upaya menjaga tumbuh kembang anak tetap sesuai tahapannya.

Screen time tak hanya soal gadget

Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Konsultan Pediatri-Anak Rumah Sakit Umum Hermina, Nilla Mayasari, menegaskan bahwa screen time tidak terbatas pada penggunaan gadget. Istilah itu juga mencakup televisi dan ponsel yang dilihat anak dalam waktu lama. Karena itu, orang tua diminta lebih cermat mengatur durasi anak berhadapan dengan layar.

Menurut Nilla, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah meneliti soal batasan screen time dan merekomendasikan agar anak di bawah satu tahun tidak memegang gadget. Pada usia yang sangat dini, paparan layar dinilai berisiko mengganggu proses perkembangan anak.

Batas usia dan durasi yang disarankan

Nilla menjelaskan, anak di bawah dua tahun hanya diperbolehkan menonton selama satu jam. Sementara itu, anak usia tujuh tahun ke atas juga tetap disarankan dibatasi hingga satu jam. Ia menyebut pembatasan ini penting karena semakin lama anak terpapar layar, semakin besar pula potensi dampaknya terhadap perkembangan komunikasi.

Penelitian yang ia rujuk menunjukkan, setiap 30 menit screen time dapat meningkatkan risiko gangguan komunikasi pada anak. Karena itu, orang tua diminta tidak menjadikan layar sebagai pengasuh pengganti saat anak rewel atau bosan.

Dukungan pada kebijakan pemerintah

Ketua PERDOSRI Cabang Sulawesi-Papua yang juga Konsultan Rehabilitasi Anak menyatakan sepakat dengan kebijakan pemerintah yang mendorong pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun. Ia menilai kebijakan tersebut sejalan dengan rekomendasi WHO dan dapat menjadi pegangan bagi keluarga dalam mengatur penggunaan teknologi di rumah.

Selain membatasi waktu di depan layar, orang tua juga didorong memberi ruang bagi anak untuk bermain di luar rumah. Aktivitas fisik dan interaksi sosial dianggap penting untuk melatih kemampuan motorik, komunikasi, serta keberanian anak bergaul dengan lingkungan sekitarnya.

Dengan memperhatikan milestone perkembangan anak, orang tua dapat lebih cepat menyadari bila ada tanda-tanda ketidaksesuaian. Dari sana, langkah penanganan bisa segera dilakukan sebelum keterlambatan berkembang lebih jauh.

Source link

Berita Terbaru