Piala Presiden 2026, yang masih dalam tahap persiapan, berpotensi membawa format yang baru dan berbeda dari edisi sebelumnya. Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, menyatakan hal ini setelah penutupan Piala Presiden 2025 di Jakarta. Ia juga menekankan pentingnya kontribusi dari gubernur dan bupati dalam mendukung geliat sepak bola. Pada tujuh edisi sebelumnya, Piala Presiden diikuti oleh 6 hingga 20 klub dari berbagai level liga, bahkan klub luar negeri ikut serta tahun lalu.
Format turnamen Piala Presiden biasanya dimulai dengan babak grup, diikuti oleh babak gugur hingga mencapai final. Pada Piala Presiden 2025, hanya enam tim yang berpartisipasi dan klub Thailand Port FC keluar sebagai juara setelah mengalahkan Oxford United. Erick juga mengisyaratkan kemungkinan perubahan jadwal penyelenggaraan Piala Presiden 2026 karena jadwal Piala Dunia 2026 juga bertepatan.
Kehadiran klub luar negeri dalam Piala Presiden 2025 memberikan kesan positif dan mereka tertarik untuk kembali berpartisipasi. Maruarar Sirait, Ketua Steering Committee Piala Presiden 2025, mengapresiasi konsistensi PSSI dalam menggelar turnamen ini. Menurutnya, keberhasilan turnamen ini adalah hasil kolaborasi dari berbagai elemen dalam dunia sepak bola nasional. Berbagai pihak seperti klub, manajer, pemain, media, sponsor, serta pemerintah daerah, TNI, dan Polri turut berperan penting untuk kelancaran dan keberhasilan Piala Presiden.
Piala Presiden menjadi suatu ekosistem sepak bola yang terkendali dan kolaboratif. Diharapkan dengan keterlibatan berbagai pihak, Piala Presiden 2026 akan menjadi lebih berkualitas dan memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola Indonesia.
