Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, menekankan pentingnya Amerika Serikat dan Iran untuk mempertimbangkan perpanjangan gencatan senjata setelah 14 hari. Pernyataan tersebut disampaikan Dar dalam pertemuan dengan Kuasa Usaha AS di Islamabad, Natalie Baker, dengan menekankan bahwa Pakistan mempercayai dialog dan diplomasi sebagai satu-satunya cara untuk mengatasi tantangan serta mencapai perdamaian dan stabilitas regional. Dar juga menyoroti perlunya pembicaraan antara Washington dan Teheran serta mengusulkan perpanjangan periode gencatan senjata. Selama pertemuan tersebut, Baker mengungkapkan apresiasinya atas peran konstruktif Pakistan dalam mempromosikan perdamaian regional. Situasi ketegangan di Timur Tengah semakin tegang setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian direspons oleh Iran dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS. Pakistan menjadi tuan rumah perundingan antara AS dan Iran pada 11-12 April setelah berhasil menengahi gencatan senjata selama dua pekan sebelumnya. Meskipun Presiden AS Donald Trump menyatakan kemungkinan tidak akan memperpanjang gencatan senjata, upaya untuk perundingan selanjutnya tetap berlangsung dengan ketidakpastian yang menyertainya. Selat Hormuz masih tetap diblokade oleh AS hingga kesepakatan tercapai.
