Shaloom Razade, aktris terkenal, memperkaya film horor terbaru “The Bell: Panggilan untuk Mati” dengan dialog berbahasa Belanda. Dalam film yang disutradarai oleh Jay Sukmo ini, Shaloom berperan sebagai Isabella, seorang aktivis keturunan Belitung-Belanda. Karakter ini merupakan peran yang berbeda dan kuat yang belum pernah ia mainkan sebelumnya. Untuk lebih mendalami karakter Isabella, Shaloom memutuskan untuk menambahkan dialog berbahasa Belanda meskipun tidak termasuk dalam naskah asli. Hal ini merupakan sebuah langkah kreatif yang membuat proses aktingnya semakin menantang.
Film “The Bell: Panggilan untuk Mati” sendiri mengisahkan tentang hantu Penebok yang merupakan entitas mengerikan dalam mitos pulau Belitung. Selain menampilkan ketegangan melalui sosok Penebok, film ini juga memperlihatkan panorama keindahan Pulau Belitung. Shaloom berharap bahwa keindahan yang ditampilkan dalam film ini dapat menarik minat wisatawan untuk mengunjungi Belitung dan turut mendukung pariwisata di sana.
Dibintangi oleh beberapa aktor ternama seperti Ratu Sofya, Mathias Muchus, dan Bhisma Mulia, film “The Bell: Panggilan untuk Mati” direncanakan akan tayang di bioskop Indonesia mulai tanggal 7 Mei 2026. Cerita film ini menceritakan tentang sekelompok YouTuber yang mencuri lonceng keramat di Belitung, memicu kebebasan Penebok yang selama ini terkurung. Penebok, sosok hantu tanpa kepala, mulai memburu mereka satu per satu, menyebarkan teror ke warga desa. Setiap denting lonceng menjadi pertanda kematian dan Penebok datang untuk menagih kepala dari siapapun yang mendengarnya.
