Pengabdian dalam menjalankan ibadah haji bukan hanya sebagai tugas administratif biasa, melainkan sebagai wujud ibadah yang amat mulia. Langit berganti rupa, membawa umat Islam Indonesia menuju Baitullah dengan penuh kesungguhan. Tahun 2026 atau 1447 Hijriah menjadi saksi pergerakan umat muslim Indonesia dalam ibadah haji. Dengan kuota total 221.000 orang, terdiri dari jamaah reguler dan jamaah khusus, kesuksesan pelaksanaan ibadah haji sangat bergantung pada 1.600 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Para petugas dari berbagai daerah mulai berkumpul di Tanah Suci untuk melayani jamaah haji dari Indonesia dengan sepenuh hati. Sebelum keberangkatan, mereka telah melalui persiapan fisik dan mental yang panjang, serta niat tulus untuk melayani para tamu Allah.
Proses persiapan ini tidak dimulai saat mereka berada di pesawat, tetapi telah dimulai sejak Desember 2025. Ribuan pendaftar dari berbagai profesi berlomba-lomba untuk mendapatkan kesempatan melayani sebagai petugas haji. Setelah melewati seleksi ketat, mereka melalui 20 hari Pendidikan dan Pelatihan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, yang mempersiapkan mereka untuk tugas mulia ini. Mereka diajari untuk meninggalkan ego sektoral dan bergabung dalam satu identitas sebagai pelayan jamaah haji.
Proses pembelajaran meliputi aspek fisik dan mental, disiplin, kekompakan, serta pengetahuan yang mendalam tentang wilayah Arab Saudi dan tugas-tugas mereka sebagai petugas haji. Persiapan intensif ini bertujuan untuk menciptakan solidaritas dan kesiapan untuk melindungi jamaah haji Indonesia selama ibadah. Dengan demikian, pengabdian dalam ibadah haji bukan hanya merupakan tugas, tetapi juga amanah yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.
