Melawan Stunting dengan Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat di Ngawi
Remaja Putri Sebagai Ujung Tombak Pencegahan Stunting
Pagi itu, Novi datang ke pos gizi sebagai ibu hamil dengan risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK), yang dapat berpotensi menyebabkan stunting pada bayi yang dilahirkannya. Kondisi KEK pada ibu hamil menjadi indikator risiko stunting karena mempengaruhi tumbuh kembang janin. Di Pos Gizi Dapur Sehat Atasi Stunting, Novi tidak hanya disuguhi makanan sehat, tetapi juga diajari cara memasak menu gizi.
Di luar pos gizi, masalah stunting tidak hanya berasal dari keterbatasan pangan, tetapi juga kebiasaan makan dan kondisi kesehatan remaja putri sebagai calon ibu. Pentingnya edukasi terhadap para remaja putri untuk meningkatkan kesadaran akan asupan gizi agar dapat mencegah stunting pada masa depan.
Pencegahan Stunting Dimulai dari Remaja
Program Manager PASTI WVI, Hotmianida Panjaitan, menyatakan perlunya edukasi khusus kepada remaja putri terkait anemia dan dampaknya pada kesehatan ibu dan janin. Anemia dapat mengganggu asupan energi dan nutrisi pada ibu hamil, yang berpotensi menyebabkan stunting pada anak di kemudian hari. Penyadaran mengenai anemia di kalangan remaja Ngawi masih rendah, sehingga dibutuhkan pendekatan edukasi yang lebih kreatif.
Salah satu pendekatan kreatif yang dilakukan adalah dengan mengadakan lomba untuk mengedukasi remaja putri tentang pentingnya mengatasi anemia. Melalui kegiatan tersebut, remaja tidak hanya menerima informasi, tetapi juga diharapkan dapat menyampaikan pesan kepada teman sebaya dan melibatkan remaja laki-laki dalam upaya pencegahan stunting.
Dengan pendekatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat, diharapkan dapat mempercepat penurunan kasus stunting di Ngawi dan menciptakan generasi yang lebih sehat di masa depan.
Dilarang keras mengambil konten tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
