Waskita Karya Raih Kontrak Baru Rp3,1 Triliun di Kuartal I-2026
PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) telah mencatat total nilai kontrak baru sebesar Rp3,1 triliun selama kuartal pertama tahun 2026. Capaian ini terdiri dari proyek pemerintah pusat, swasta, pemerintah daerah, dan kontribusi anak usaha.
Fokus pada Proyek Skema ‘Monthly Payment’
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menyatakan bahwa perseroan menghindari proyek investasi dan lebih fokus pada proyek skema pembayaran bulanan dengan persyaratan uang muka. Hal ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan kinerja perusahaan sepanjang tahun 2026 dan sebagai landasan yang kuat menghadapi tantangan di masa depan.
Menurut Ermy, infrastruktur konektivitas merupakan jenis pekerjaan yang paling mendominasi dengan persentase 46%, diikuti oleh proyek infrastruktur air sebesar 33,9%, dan pembangunan gedung sebesar 6,3%.
Proyek Penting dan Kerjasama Luar Negeri
Salah satu proyek penting yang tengah dikerjakan oleh Waskita Karya adalah Penataan Kawasan Pasca Bencana di beberapa daerah di Aceh. Selain itu, perusahaan juga terlibat dalam proyek mendesak penanganan bencana alam dan jalan serta jembatan di Aceh Tengah.
Ermy juga menyebutkan bahwa perseroan telah berhasil mendapatkan kontrak baru dari luar negeri dengan proyek pembangunan Terminal Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato (PNLIA) di Timor Leste.
Selama 10 tahun terakhir, Waskita Karya telah berhasil membangun puluhan bendungan, irigasi, fasilitas rumah sakit, sarana pendidikan, jalan tol, dan proyek konektivitas daerah sebagai upaya mendukung program prioritas pemerintah.
Ermy menegaskan bahwa setiap pekerjaan infrastruktur yang dikerjakan oleh perusahaan dijalankan dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG) untuk memastikan kelancaran pelaksanaan proyek. Waskita Karya juga terus memperkuat manajemen risiko dan mendukung pembangunan berkelanjutan, termasuk dalam hal penyerapan tenaga kerja lokal di setiap lokasi proyek.
Dengan naiknya anggaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjadi Rp118,5 triliun, Waskita Karya optimistis dapat meraup lebih banyak nilai kontrak baru dan meningkatkan kinerja perusahaan di tahun ini.
