18.1 C
Munich

Gunung Dukono: Destinasi Mendaki Paling Populer

Harus dibaca

Aktivitas Vulkanik Gunung Dukono di Maluku Utara

Gunung Dukono di Maluku Utara saat ini menjadi sorotan utama karena aktivitas vulkaniknya yang terus berlangsung. Letusan terjadi pada Jumat pagi, dan sekitar 20 pendaki dilaporkan terjebak di gunung tersebut.

Keunikan Gunung Dukono

Gunung Dukono, meskipun berstatus sebagai gunung berapi aktif, tetap menjadi destinasi favorit para pendaki dan pecinta alam. Keindahan ekosistem sekitar gunung dan dinamika vulkaniknya menjadikannya daya tarik tersendiri bagi para petualang.

Dengan ketinggian sekitar 1.235 mdpl, Gunung Dukono terletak di Pulau Halmahera, Maluku Utara. Letusan sejarahnya yang tercatat pada tahun 1550, 1719, 1858, dan 1901, serta aktivitas vulkaniknya yang berkelanjutan sejak 1933 membuat Gunung Dukono menjadi “hidup” dan menarik bagi pendaki dan ilmuwan.

Selain aspek vulkaniknya, kawasan Gunung Dukono juga kaya akan flora dan fauna endemik. Habitat hutan di sekitar gunung menyediakan berbagai spesies tanaman obat dan bunga langka, menciptakan daya tarik ekowisata dan penelitian ilmiah.

Jalur Pendakian yang Menantang

Meskipun berstatus aktif, jalur pendakian Gunung Dukono tetap dibuka dan diminati oleh banyak orang yang mencari petualangan. Pendakian dimulai dari Desa Mamuya, dengan titik awal ketinggian sekitar 13 mdpl.

Untuk mencapai desa tersebut, pendaki dapat menggunakan motor atau mobil jip. Perjalanan dilanjutkan dengan pendakian kaki selama sekitar 5-6 jam, melewati puncak kecil bernama Gunung Dilekene yang dikelilingi pasir vulkanik hitam.

Di area puncak, terdapat kawah Malupang Wariang yang mendalam, dengan aroma belerang yang khas. Persiapan sebelum mendaki Gunung Dukono sangat penting, termasuk memeriksa status gunung, izin resmi, membawa air minum yang cukup, dan menggunakan pelindung debu seperti masker. Mendaki bersama pemandu lokal juga disarankan untuk mengurangi risiko tersesat dan mengantisipasi kondisi lapangan yang berubah.

Source link

Berita Terbaru