BKSDA Gunakan Drone Temukan 17 Gajah Liar di BAS Bengkulu
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu – Lampung melakukan monitoring menggunakan teknologi drone thermal dan menemukan 17 gajah liar di Bentang Alam Seblat (BAS), Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Dari total jumlah itu, empat di antaranya adalah anak gajah, sementara 13 lainnya adalah gajah remaja dan dewasa.
Terobosan Baru dalam Monitoring Gajah Liar
Penggunaan teknologi drone thermal dalam monitoring gajah liar di BAS disebut sebagai terobosan baru yang sangat membantu tim lapangan. Dengan metode ini, tim dapat mengetahui keberadaan kelompok gajah beserta struktur populasi tanpa memberikan gangguan signifikan terhadap satwa.
Kepala BKSDA Bengkulu, Agung Nugroho, menyatakan bahwa keberadaan anak gajah dalam kelompok tersebut menunjukkan bahwa proses reproduksi dan regenerasi populasi gajah Sumatera masih berlangsung di habitat alami seperti BAS. Monitoring ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Kehutanan dalam memperkuat perlindungan dan pelestarian Gajah Sumatera.
Perlindungan Gajah Sumatera di Habitat Alaminya
BAS merupakan salah satu habitat gajah Sumatera yang terus menghadapi berbagai ancaman. Pemantauan dengan drone thermal dilakukan sebagai langkah preventif setelah adanya kasus kematian gajah liar sebelumnya di kawasan tersebut. Penggunaan teknologi ini menjadi inovasi dalam upaya konservasi satwa liar dan memperkuat perlindungan gajah Sumatera.
Monitoring dan pengamanan habitat gajah di BAS akan terus dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan keberlangsungan populasi gajah. Dengan teknologi drone thermal, tim dapat melakukan pemantauan lebih efektif di area sulit dijangkau dan minim gangguan terhadap perilaku satwa liar.
Melalui data yang diperoleh dari pemantauan ini, diharapkan dapat dikembangkan langkah-langkah perlindungan yang lebih tepat sasaran untuk mendukung pelestarian Gajah Sumatera. Dalam konteks tersebut, partisipasi semua pihak untuk menjaga habitat gajah Sumatera sangat diperlukan.
