15.5 C
Munich

Pengembangan Logam Tanah Jarang di Mamuju: Tantangan dan Peluang

Harus dibaca

BIM Bahas Pengembangan Tambang Logam Tanah Jarang di Mamuju

Badan Industri Mineral (BIM) tengah mengkaji pengembangan tambang logam tanah jarang (LTJ) di Mamuju, Sulawesi Barat. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno, menyampaikan hal ini dalam pertemuan di Kantor BP BUMN, Jakarta.

Rapat Penting dengan Kehadiran Pejabat-Pejabat Tinggi

Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Ketua Dewan Pengarah BIM dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Agus Subiyanto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara, Sigit Puji Santosa.

Focus Utama: Logam Tanah Jarang

Tri Winarno, yang mewakili Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa pembahasan utama dalam rapat tersebut adalah seputar logam tanah jarang. BIM bertugas untuk mempercepat riset dan pengembangan guna meningkatkan nilai tambah dari mineral strategis, termasuk logam tanah jarang.

Ia juga menambahkan bahwa Kementerian Transmigrasi membuka potensi penggunaan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi untuk tambang batu bara dan logam tanah jarang, sebagai bagian dari upaya menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman Suryanagara, menekankan pentingnya fokus pemerintah dalam menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru agar masyarakat yang bermukim di wilayah tersebut merasakan manfaatnya.

Dengan demikian, pengembangan tambang logam tanah jarang di Mamuju menjadi salah satu fokus utama dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam Indonesia. Semoga langkah-langkah yang diambil dalam rapat tersebut dapat memberikan manfaat yang optimal bagi kemajuan industri pertambangan.

Source link

Berita Terbaru