17.6 C
Munich

Kemenkes Imbau Hindari Makanan Terkait Ebola – Tips Kesehatan Tepat

Harus dibaca

Jakarta, CNN Indonesia — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memperketat kewaspadaan terkait penetapan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda sebagai darurat kesehatan global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Imbauan yang disampaikan termasuk larangan mengonsumsi daging mentah dan hewan liar untuk mencegah penyebaran penyakit.

Penyuluhan Konsumsi Daging Matang

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengingatkan agar masyarakat hanya mengonsumsi daging yang sudah dimasak matang dan menghindari makanan dari hewan liar. Imbauan ini setelah WHO menyatakan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) atau darurat kesehatan global.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mencatat adanya lebih dari 300 kasus yang dicurigai terjangkit Ebola dengan 88 kematian. Hingga saat ini, wabah Ebola belum mencapai status pandemi seperti Covid-19 dan belum memerlukan penutupan perbatasan internasional.

Kesiapsiagaan Indonesia

Merespons perkembangan tersebut, pemerintah Indonesia meningkatkan kewaspadaan nasional untuk mencegah masuknya Ebola ke dalam negeri. Hal ini dilakukan dengan ketat melakukan pemantauan terhadap pelaku perjalanan internasional melalui berbagai metode, mulai dari thermal scanner hingga observasi visual.

Kemenkes telah menyiapkan 198 rumah sakit rujukan dan memperkuat surveilans melalui pengawasan di 21 rumah sakit sentinel di 20 provinsi. Pemerintah juga meningkatkan kapasitas laboratorium, pelatihan tenaga kesehatan, dan koordinasi lintas sektor dengan WHO serta pihak terkait.

Masyarakat diimbau untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat sakit atau berada di tempat umum, dan menghindari kontak langsung dengan hal yang dicurigai terkontaminasi.

Strain Ebola Bundibugyo

Wabah Ebola kali ini disebabkan oleh Bundibugyo ebolavirus, salah satu strain langka dari virus Ebola yang belum memiliki vaksin atau terapi spesifik yang disetujui. Virus ini pertama kali diidentifikasi di Uganda pada 2007-2008 dan kembali muncul pada 2026 di DRC dan Uganda.

Strain Bundibugyo ebolavirus menyebabkan Ebola Virus Disease (EVD), suatu penyakit yang mengakibatkan demam, kerusakan organ, dan perdarahan di tubuh penderita. WHO mencatat lonjakan kasus besar oleh strain ini sejak kali pertama terdeteksi dan perlu diwaspadai oleh masyarakat global.

Sumber link

Source link

Berita Terbaru