Otoritas Keamanan Bandara Avalon Melbourne, Australia, Bersiap Hadapi Peristiwa Tak Terduga
Jakarta, CNN Indonesia — Sebuah kepanikan besar melanda Bandara Avalon, Melbourne, Australia, saat otoritas keamanan memberlakukan status lockdown dan mengevakuasi ratusan penumpang. Insiden ini dipicu oleh sebuah kejadian tak terduga yang melibatkan sebuah alat perontok bulu laser yang disalahartikan sebagai paket mencurigakan yang mirip bom di pos pemeriksaan keamanan.
Penumpang Dievakuasi, Polisi Lakukan Penjinakan dan Pemeriksaan Detail
Peristiwa ini terjadi pada Kamis (21/5) pagi waktu setempat di bandara yang terletak 55 kilometer barat daya Melbourne. Otoritas keamanan segera menindaklanjuti laporan dan melibatkan tim penjinak bom bersama robot pelacak untuk mengecek tas jinjing yang mendapat perhatian di pos pemeriksaan. Setelah pemeriksaan menyeluruh, pihak kepolisian memastikan bahwa apa yang awalnya dicurigai sebagai bahan peledak hanyalah sebuah alat elektronik untuk perontok bulu laser dan sebuah wadah cokelat panas.
Seorang pria asal Melbourne yang terkait dengan tas tersebut diperiksa dalam interogasi mendalam sebelum akhirnya dibebaskan tanpa tuduhan. Namun, respons awalnya yang kurang kooperatif membuat proses identifikasi menjadi rumit dan menambah kepanikan di bandara.
Dampak Penundaan Penerbangan dan Tindakan Pengelola Bandara
Akibat insiden ini, dua penerbangan menuju Sydney dibatalkan dan sejumlah penerbangan lainnya mengalami penundaan besar, menyebabkan penumpukan di area bandara. Seorang calon penumpang menggambarkan situasi yang mencekam saat kedatangan di bandara dimana kebingungan serta kehadiran mobil polisi dan kendaraan darurat menjadi sorotan utama.
Meskipun mengakibatkan kerugian pada maskapai dan penumpang, manajemen Bandara Avalon memberikan penegasan bahwa penutupan ini sesuai dengan prosedur standar keselamatan internasional. Juru bicara bandara menegaskan bahwa tindakan pencegahan langsung diambil demi keselamatan penumpang dan staf bandara yang merupakan prioritas utama mereka.
