Kondisi Cuaca di Sumatera Selatan Memasuki Awal Musim Kemarau
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meramalkan bahwa potensi hujan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akan mengalami penurunan dalam satu minggu ke depan seiring dengan masuknya awal musim kemarau.
Cuaca Cerah hingga Berawan di Sumsel
Menurut Kepala Unit Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sinta Andayani, kondisi cuaca saat ini di Sumsel didominasi oleh cuaca cerah hingga berawan. Penurunan intensitas hujan ini dipicu oleh aktivitas Monsun Australia yang bertiup melintasi wilayah Indonesia.
“Monsun Australia yang mulai aktif menyebabkan kandungan uap air di atmosfer menjadi sangat minim. Faktor dinamika atmosfer saat ini kurang berpengaruh terhadap proses pembentukan awan hujan,” jelas Sinta.
Antisipasi Dampak Kekeringan dan Kebakaran
Sinta juga mengingatkan bahwa dengan memasuki awal musim kemarau, suhu udara di Sumsel menjadi lebih tinggi sehingga mencapai 33 hingga 34 derajat Celsius di siang hari. Hal ini dapat berdampak pada kesehatan masyarakat yang merasa kurang nyaman.
BMKG mengimbau masyarakat untuk beradaptasi dengan cuaca panas dengan cara melindungi diri dan menjaga kesehatan tubuh. Selain itu, penggunaan air bersih juga perlu dikelola dengan bijak untuk mengantisipasi kekeringan yang mungkin terjadi.
Perubahan cuaca ini juga meningkatkan risiko kebakaran. Kekurangan curah hujan menyebabkan vegetasi mudah mengering dan rentan terhadap api. Masyarakat diminta untuk waspada terhadap potensi kebakaran lahan dan hutan (karhutla) serta kebakaran di wilayah pemukiman padat penduduk.
