Gula ‘Tersembunyi’ dalam Makanan dan Minuman: Mengapa Perlu Waspada?
Jakarta, CNN Indonesia — Beberapa orang sedang mencoba untuk memangkas konsumsi gula harian mereka. Apakah kamu juga termasuk di antaranya? Jika iya, maka perlu untuk waspada terhadap gula-gula ‘tersembunyi’ yang ada pada produk makanan dan minuman yang biasa kamu beli. Meskipun gula sebenarnya bukanlah ‘musuh’, namun ketika dikonsumsi secara berlebihan, hal ini dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, termasuk risiko diabetes.
Gula ‘Tersembunyi’ pada Makanan dan Minuman
Beberapa orang mulai sadar akan konsumsi gula dan menjadi lebih teliti dalam memilih makanan dan minuman kemasan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah label gula pada kemasan produk tersebut. Biasanya, pada kemasan terdapat informasi mengenai total gula dan gula tambahan. Total gula mencakup gula alami dalam bahan pangan dan gula tambahan pada produk tersebut. Sementara itu, gula tambahan mencakup gula yang ditambahkan selama proses pengolahan makanan, pemanis, gula dari sirup, madu, jus buah, dan konsentrat sayuran. Gula tambahan tidak termasuk gula alami dalam bahan pangan.
Menurut FDA, berikut adalah beberapa jenis gula ‘tersembunyi’ yang perlu diwaspadai:
- Sukrosa
- High fructose corn syrup (HFCS)
- Agave nectar
- Pemanis dengan glukosa dan fruktosa
- Pemanis dengan glukosa
- Pemanis dengan fruktosa
- Jenis gula lainnya
Gula ‘tersembunyi’ dapat ditemukan dalam es krim, permen, biskuit, soda, jus buah, buah kalengan, saus tomat, sirup jagung fruktosa tinggi, roti, kue kering, kue, nektar agave, dan berbagai produk lainnya. Penting untuk membiasakan diri membaca label nutrisi pada produk kemasan guna mengidentifikasi kandungan gula tambahan yang terkandung di dalamnya.
