20.1 C
Munich

Efek Vasektomi Pada Pria: Ahli Bicara, Fungsi Seksual Tetap Terjaga

Harus dibaca

Jakarta, CNN Indonesia — Vasektomi masih sering dipandang negatif oleh sebagian masyarakat karena banyak kesalahpahaman seputar prosedur kontrasepsi ini. Namun, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menegaskan bahwa vasektomi tidak berdampak pada fungsi seksual pria, mulai dari libido hingga kemampuan ejakulasi.

Penjelasan Mengenai Vasektomi

Menurut Direktur Bina Akses Pelayanan Keluarga Berencana (KB), Fajar Firdawati, masih terdapat banyak kesalahpahaman di masyarakat terkait vasektomi. Hal ini menunjukkan pentingnya edukasi mengenai prosedur ini agar masyarakat memahami bahwa vasektomi tidak sama halnya dengan kebiri. Pada prosedur vasektomi, dokter hanya memotong dan mengikat saluran sperma tanpa memengaruhi hormon testosteron atau fungsi seksual pria.

Mitos dan Fakta Mengenai Vasektomi

Salah satu kesalahpahaman yang sering muncul adalah anggapan bahwa vasektomi langsung efektif setelah tindakan. Pria yang menjalani vasektomi harus menunggu sekitar tiga bulan agar prosedur tersebut benar-benar berhasil. Selama masa itu, pasangan tetap dianjurkan menggunakan alat kontrasepsi lain sebagai langkah pencegahan.

Selain itu, Firda menjelaskan bahwa pria yang menjalani vasektomi tetap bisa mengalami ereksi dan ejakulasi normal. Vasektomi tidak berdampak pada hormon testosteron sehingga fungsi seksual pria tidak terganggu. Meskipun demikian, vasektomi merupakan metode kontrasepsi mantap yang cocok untuk pasangan yang sudah tidak ingin menambah anak.

Firda juga menyampaikan bahwa secara medis, saluran sperma bisa disambung kembali melalui prosedur rekanalisasi. Namun, hal ini tidak disosialisasikan sebagai bagian dari edukasi rutin karena biayanya mahal dan peluang kehamilan dipengaruhi oleh banyak faktor.

Source link

Berita Terbaru