20.7 C
Munich

Kunci Keberhasilan Program MBG: Kolaborasi Multipihak EU-ABC

Harus dibaca

Kolaborasi Multipihak Kunci Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis

Jakarta – Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat sipil dianggap sebagai faktor vital dalam menjamin suksesnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan upaya peningkatan ketahanan gizi di Indonesia. Pandangan ini muncul saat peluncuran laporan kesehatan terkini ASEAN yang diterbitkan oleh EU-ASEAN Business Council di Jakarta.

Implementasi Program Gizi dan Kesehatan Masyarakat

Direktur Eksekutif EU-ABC, Chris Humphrey, menyatakan bahwa inisiatif Indonesia dalam bidang gizi dan kesehatan masyarakat, terutama program MBG dan penurunan stunting, menunjukkan arah kebijakan yang tepat. Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah memastikan efektivitas implementasi program-program tersebut dalam skala luas.

Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat sipil dianggap dapat memperkuat ketahanan gizi, meningkatkan kesehatan masyarakat, serta mendukung ketahanan ekonomi jangka panjang. Langkah-langkah ambisius, seperti program MBG, membutuhkan kolaborasi multipihak untuk menerjemahkan kebijakan menjadi hasil yang nyata.

Pendekatan Berbasis Siklus Kehidupan

Laporan terbaru berjudul “Health, Nutrition & Lifestyle: Meningkatkan Kesehatan ASEAN dan Ketahanan Ekonomi Melalui Kerangka Siklus Kehidupan” menekankan perlunya pendekatan berbasis siklus kehidupan untuk memperkuat ketahanan kesehatan dan ekonomi di kawasan. Tiga pilar utamanya meliputi penguatan ketahanan gizi, promosi gaya hidup sehat, dan peningkatan perawatan mandiri sebagai landasan pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan produktif.

Kesehatan preventif dipandang sebagai investasi strategis yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mengurangi beban biaya kesehatan, meningkatkan produktivitas tenaga kerja, dan memperkuat daya saing ekonomi kawasan ASEAN. Laporan EU-ABC berisi 29 rekomendasi untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah dan sektor industri demi meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan pelayanan kesehatan preventif.

Source link

Berita Terbaru