Tren Sleepmaxxing: Mitos dan Fakta
Jakarta, CNN Indonesia — Tren sleepmaxxing sebenarnya sudah beredar cukup lama di media sosial. Istilah ini mulai diperkenalkan di TikTok dan banyak influencer yang memberikan hacks atau trik agar seseorang bisa tidur lebih nyenyak. Intinya, sleepmaxxing mencakup berbagai saran, produk, dan praktik yang bertujuan meningkatkan kualitas tidur. Namun dari banyak trik yang dibagikan para pengguna media sosial, efektifkah berbagai metode ini? Mari kupas satu per satu trik sleepmaxxing.
Daftar Trik Sleepmaxxing yang Populer
Pakar ilmu tidur Carleara Weiss melihat sleepmaxxing merupakan bentuk komersialisasi tidur sebagai produk, yang patut dikhawatirkan. Menurut Weiss, kita harus berhati-hati agar tidak mengalihkan fokus dari kesehatan ke pembelian lebih banyak produk untuk mencapai kualitas tidur yang ideal.
1. Tambah Suplemen Magnesium
Magnesium memang bisa meningkatkan kualitas tidur. Namun perlu dicatat, magnesium bisa berinteraksi dengan obat-obatan tertentu. Selain itu, tak semua orang membutuhkan magnesium dan mengonsumsinya terlalu banyak bisa menimbulkan gangguan pencernaan.
2. Minum Suplemen Melatonin
Kandungan melatonin juga bisa membantu sementara mengatasi masalah tidur, namun waktu penggunaan dan dosis juga sangat penting. Suplemen melatonin yang dijual bebas memiliki dosis lebih tinggi ketimbang batasan aman untuk orang dewasa.
3. Pasang White Noise Saat Tidur
White noise atau suara konstan yang menggabungkan berbagai frekuensi terbukti dapat meningkatkan kualitas tidur. Namun Anda tak perlu membeli jam alarm khusus yang membuat suara tersebut, kipas angin atau aplikasi di ponsel pintar bisa berfungsi sama baiknya.
4. Menggunakan Sleep Tracker
Beberapa smartwatch kini bisa melacak aktivitas tidur. Namun penelitian tentang efektivitasnya masih berkembang dan fitur sleep tracking itu sendiri masih terus diperbarui.
5. Menempelkan Plester Mulut
Menempelkan plester di mulut dianggap efektif agar tidur lebih lelap. Namun hal ini sebaiknya didiskusikan dengan dokter karena tidak efektif mengobati penyebab dengkuran.
6. Tidur Sebelum Pukul 22.00
Klaim media sosial lainnya terkait sleepmaxxing menyarankan tidur sebelum pukul 22.00 agar lebih nyenyak dan bangun lebih pagi. Namun waktu tidur ideal berbeda-beda untuk setiap orang, jadi sulit untuk menyatakan waktu tidur ideal secara umum.
Tips untuk Tidur Lebih Nyenyak
Berikut beberapa saran dari para pakar yang terbukti membuat tidur lebih nyenyak:
- Mulai hari dengan paparan sinar matahari
- Jaga waktu tidur dan bangun yang konsisten
- Limitasi tidur siang
- Kurangi asupan kafein pada sore hari
- Hindari makan berat sebelum tidur
- Hindari paparan layar sebelum tidur
- Buat rutinitas menenangkan sebelum tidur
Jadi, sebelum mengikuti tren sleepmaxxing, penting untuk memastikan kebenaran serta konsultasi dengan ahli tidur agar bisa tidur dengan lebih nyenyak.
